Benih ikan patin sebanyak 5.000 ekor ditebar sejak 22 Agustus 2025, dan saat dipanen, berat ikan berkisar 0,5–1 kilogram per ekor, sesuai ukuran konsumsi.
Proses panen dilakukan secara bertahap dengan menjaring ikan dan memisahkan berdasarkan bobot atas permintaan pembeli.
"Ikan patin bisa hidup di air dengan oksigen rendah dan bersifat non-kanibal, sehingga tidak perlu penyortiran selama masa pemeliharaan," ujarnya.
Hal ini menjadikan budi daya patin cocok untuk dikembangkan di lahan terbatas, seperti pekarangan rumah atau pinggiran desa.
Selain bernilai ekonomi, panen kali ini juga menghadirkan nuansa sosial dan budaya.
Holiluddin menyuguhkan hidangan gulai masam patin khas Melayu pesisir untuk awak media, yang dinilai segar, gurih, dan lembut.
Para pengunjung bahkan mendapatkan ikan patin segar sebagai oleh-oleh, sementara hasil panen utama langsung dikirim ke pengumpul menggunakan truk berpendingin.
Keberhasilan panen ini menegaskan potensi sektor perikanan air tawar dalam meningkatkan perekonomian masyarakat desa.