BREAKING NEWS
Senin, 26 Januari 2026

Harga Emas Meroket Hampir Rp 2,9 Juta per Gram, Ini Saran Ekonom

Adelia Syafitri - Sabtu, 24 Januari 2026 21:35 WIB
Harga Emas Meroket Hampir Rp 2,9 Juta per Gram, Ini Saran Ekonom
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Harga emas di Indonesia terus menunjukkan tren kenaikan signifikan.

Menurut data terkini, harga emas Antam di Medan hampir menembus Rp 2,9 juta per gram akhir pekan ini.

Lonjakan ini membuat masyarakat disarankan untuk mulai berinvestasi emas batangan ketimbang perhiasan.

Baca Juga:

Ekonom Sumut, Gunawan Benjamin, mengatakan, kenaikan harga emas yang dinamis berpotensi membuat masyarakat ragu membeli emas saat harga tinggi, terutama karena beberapa toko mas kini mematok harga hingga Rp 3 juta per gram.

"Bagi pedagang emas, kenaikan harga saat ini justru bisa membuat mereka kekurangan pasokan. Karena saat harga naik, pedagang mempertimbangkan risiko koreksi turun," ujar Gunawan di Medan, Sabtu (24/1/2026).

Gunawan menambahkan, jika pedagang membeli emas pada harga tinggi, mereka cenderung menaikkan margin jual untuk meminimalkan risiko kerugian.

Kondisi ini membuat harga emas di pasaran bisa sangat beragam dan jauh di atas harga konversi emas dunia dalam rupiah.

Menyikapi hal tersebut, Gunawan menyarankan agar masyarakat yang ingin menabung emas memilih emas batangan ketimbang perhiasan.

Ia juga menekankan agar pembelian emas menggunakan dana lebih (excess fund), bukan uang yang sewaktu-waktu dibutuhkan untuk kebutuhan lain.

"Investor pemula juga perlu memperhatikan kondisi ekonomi dan dinamika politik, yang berpotensi mempengaruhi harga emas. Saat ekonomi atau politik memburuk, harga emas cenderung naik, dan sebaliknya," jelas Gunawan.

Menurutnya, saat ini harga emas masih dinaungi kabar baik di tengah gejolak politik dan ekonomi global.

Ia merekomendasikan bagi masyarakat yang sudah memiliki emas untuk menahan (hold) investasinya, karena harga emas berpotensi mencetak rekor tertinggi baru, terutama jika ketegangan geopolitik meningkat.

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bali Dorong Kendaraan Listrik Jadi Pilar Ekonomi Hijau, Gubernur Koster: Nusa Penida Jadi Pulau Ramah EV
Sempat Khawatir Terjadi Perang Dunia III, SBY Sebut WEF 2026 Davos Bawa Lima Kabar Baik bagi Dunia
Bareskrim Periksa 18 Petinggi Dana Syariah Indonesia dalam Kasus Dugaan Penipuan Rp2,4 Triliun
Aceh Tamiang 58 Hari Pascabanjir Masih Bergelimang Lumpur, FPRB Dorong Pemerintah Gunakan Dana Desa untuk Padat Karya
Antisipasi Gangguan Kamtib, Jajaran Lapas Labuhan Ruku Periksa Teralis Kamar Hunian
Monumen Kemenangan 27 Desember 1949: Lidah Api di Sudut Medan Jadi Saksi Sejarah Kemerdekaan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru