Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.05 WIB, rupiah tercatat melemah 0,06% atau 10 poin ke Rp16.792 per dolar AS, sementara indeks dolar AS menguat 0,02% ke level 97,05.
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah akan menguat pada kisaran Rp16.750–Rp16.900 per dolar AS hari ini, seiring sentimen positif dari domestik.
"Pelaku pasar mengapresiasi komitmen Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas rupiah melalui intervensi di pasar offshore NDF, domestic non-delivery forward (DNDF), serta pasar spot," ujar Ibrahim.
Sentimen global juga memengaruhi pergerakan rupiah.
Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan sekutu NATO terkait Greenland, ditambah gesekan perdagangan dengan Kanada, telah mengguncang pasar global.
Presiden AS Donald Trump sempat mengancam mengenakan tarif 100% atas barang Kanada jika Ottawa melanjutkan kesepakatan perdagangan dengan China.
Selain itu, pasar mencermati kebijakan moneter The Fed menjelang pertemuan pada Rabu mendatang.
Investor mengantisipasi suku bunga tetap, namun akan menyoroti komentar Ketua Jerome Powell untuk petunjuk potensi penurunan suku bunga di akhir tahun.
Dari sisi domestik, Bank Indonesia diyakini mampu menjaga stabilitas rupiah berkat inflasi yang rendah, imbal hasil menarik, prospek pertumbuhan ekonomi positif, dan cadangan devisa yang mencukupi.
"Dengan dukungan faktor fundamental tersebut, rupiah diperkirakan akan cenderung menguat dalam jangka pendek," jelas Ibrahim.*