BREAKING NEWS
Selasa, 14 April 2026

Mahasiswa Desak Kementerian Kehutanan Tindak PT NSHE yang Diduga Serobot Lahan Hutan

Indra Saputra - Jumat, 13 Maret 2026 22:09 WIB
Mahasiswa Desak Kementerian Kehutanan Tindak PT NSHE yang Diduga Serobot Lahan Hutan
DPP IMPAS melakukan aksi demonstrasi di kantor Kementerian Kehutanan RI, menyoroti dugaan jual beli lahan di kawasan hutan lindung di Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Dewan Pengurus Pusat Ikatan Mahasiswa Peduli Akan Sosial (DPP IMPAS) melakukan aksi demonstrasi di kantor Kementerian Kehutanan RI, menyoroti dugaan jual beli lahan di kawasan hutan lindung di Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Dalam aksi yang berlangsung beberapa jam, DPP IMPAS menyoroti dugaan keterlibatan PT NSHE dan beberapa oknum masyarakat terkait penguasaan tanah seluas ±30 hektar di Kelurahan Wek I, Batang Toru, yang merupakan tanah ulayat Harajaon Luat Marancar.

Tanah tersebut masuk dalam kawasan hutan lindung sesuai SK Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 8088/MNLH-PKTL/KUH/PLA.2/11/2018.

Baca Juga:

Menurut DPP IMPAS, PT NSHE mengklaim berhak melakukan pelepasan hak atas lahan dengan ganti rugi jika diberikan izin, meskipun hal ini diduga bertentangan dengan hukum nasional.

Dugaan penjualan lahan tersebut disebut-sebut memicu bencana alam berupa banjir bandang yang merusak permukiman masyarakat di Batang Toru dan sekitarnya.

Dalam tuntutannya, DPP IMPAS mendesak:

1. Kementerian Kehutanan RI memberikan perhatian serius dan mengambil tindakan tegas terhadap dugaan jual beli tanah di kawasan hutan di tanah adat Luat Marancar.
2. Satgas PKH RI segera turun ke lokasi untuk investigasi.
3. Pemberian sanksi tegas terhadap PT NSHE atas pelanggaran kawasan hutan.
4. Penangkapan pemilik PT NSHE karena dugaan perusakan hutan lindung yang mengakibatkan bencana banjir bandang.
5. Penegakan hukum dan perlindungan hutan di wilayah Batang Toru.

Aksi ini menyoroti konflik antara pembangunan proyek PLTA Marancar dan perlindungan kawasan hutan lindung yang masih menjadi polemik di Tapanuli Selatan.*

(dh)

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Tega Aniaya Pensiunan ASN hingga Tewas! Pria di Tapanuli Selatan Mengaku Kesal Ditanya Soal Kapan Menikah?!
Pers Lintas Desa (PLD) Meminta Atensi Presiden dan Kapolri Usut Tuntas Kebakaran Rumah Wartawan di Karo
Masyarakat Minta Kapus Labuhan Ruku Di Pecat!!
Orang Tua Korban Trafficking di Sumut Minta APH Ungkap Jaringan Tppo
Cawapres Nomor Urut 1 Muhaimin Iskandar Penuhi Antusiasme Pendukung dalam Kampanye di Medan, Sumatera Utara
Kasus Dugaan TPPO, 4 Pelaku ditangkapu00a0 Polres Pelabuhan Belawan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru