BREAKING NEWS
Senin, 30 Maret 2026

IHSG Dibuka Menguat di Zona Hijau! Saham BUMI, ANTM, dan MDKA Memimpin Kenaikan

Adam - Senin, 09 Februari 2026 09:52 WIB
IHSG Dibuka Menguat di Zona Hijau! Saham BUMI, ANTM, dan MDKA Memimpin Kenaikan
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan pekan ini dengan penguatan di zona hijau.

Berdasarkan data RTI Infokom, IHSG dibuka pada level 7.970,02 pada pukul 09.00 WIB dan bergerak di rentang 7.964–7.983 sesaat setelah pembukaan.

Pada perdagangan awal pekan, tercatat 319 saham menguat, 131 saham melemah, dan 219 saham stagnan. Kapitalisasi pasar IHSG tercatat sebesar Rp14.427 triliun.

Baca Juga:

Saham-saham unggulan memimpin penguatan.

PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) naik 3,54% ke Rp234 per saham, PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) meningkat 2,43% ke Rp3.800 per saham, dan saham PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) melonjak 4,21% ke Rp2.970 per saham.

Selain itu, saham BUVA naik 4,32% ke Rp965, CDIA menguat 1,46% ke Rp1.040, dan BBRI naik tipis 0,26% ke Rp3.790 per saham.

Equity Analyst Indo Premier Sekuritas, Imam Gunadi, menuturkan, pekan ini perhatian pasar akan tertuju pada rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat, China, dan Indonesia.

Dari AS, data inflasi diperkirakan turun menjadi 2,5% yoy dari 2,7% yoy sebelumnya, yang berpotensi memperkuat ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter The Fed.

Sementara itu, initial jobless claims diperkirakan sekitar 235.000 dan tingkat pengangguran stabil di 4,4%.

Di China, pasar akan menyoroti data inflasi yang diproyeksikan turun menjadi 0,4% yoy dari 0,8% yoy, menunjukkan tekanan permintaan domestik yang masih lemah dan ruang kebijakan lebih longgar.

Sementara di dalam negeri, investor fokus pada rilis penjualan ritel Desember 2025 serta data penjualan mobil Januari 2026, sebagai indikator awal tren konsumsi dan daya beli masyarakat di awal tahun.

Selain itu, perkembangan kebijakan Moody's tetap menjadi sorotan, terutama dampaknya terhadap perusahaan-perusahaan Indonesia yang mengalami penurunan outlook.

"Data-data ini akan menjadi konfirmasi lanjutan atas ketahanan konsumsi rumah tangga, yang menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia," ujar Imam Gunadi.

Disclaimer: Berita ini hanya bersifat informatif dan tidak menjadi ajakan untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya di tangan pembaca.*


(bi/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Update Harga Emas Antam Senin 9 Februari 2026: Kini Rp2,94 Juta/Gram
Gubernur Koster Dorong UMKM Bali Tembus Pasar Internasional Lewat Duty Free Bandara, Arak Bali Siap Bersaing dengan Minuman Impor
Polda Lampung Dampingi BAPANAS Pantau Harga Bahan Pokok Menjelang Imlek dan Ramadhan 2026
Solar Langka Jelang Ramadan, Nelayan Tanjung Tiram Batu Bara Menjerit Tak Bisa Melaut
Prabowo Targetkan Kebangkitan Industri Nasional, Janji Buka Ribuan Lapangan Kerja dalam 2-3 Tahun
SBY Dukung Penuh Pemerintahan Prabowo: “Keberhasilan Pemerintah adalah Keberhasilan Rakyat!”
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru