Siapa Menjaga Para Penjaga?
OlehDarwin DarmawanPENYAIR satiris Romawi, Juvenal, pernah menceritakan kisah tentang seorang suami yang begitu curiga terhadap kesetiaan i
OPINI
MEDAN – Nilai tukar rupiah dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Selasa (10/2/2026).
Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.08 WIB, rupiah terapresiasi 0,04% atau 7 poin menjadi Rp16.798 per dolar AS, sementara indeks dolar AS tercatat naik 0,11% ke level 96,91.
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.760 hingga Rp16.800 per dolar AS hingga penutupan perdagangan.Baca Juga:
"Sentimen global dan domestik terus mendorong apresiasi rupiah hari ini," ujarnya.
Dari sisi global, perhatian pasar tertuju pada ketegangan geopolitik antara AS dan Iran.
Ibrahim menilai ancaman militer yang sempat digaungkan oleh mantan Presiden AS Donald Trump memengaruhi premi risiko minyak, meski kemungkinan konflik besar saat ini relatif kecil.
"Teheran tetap melanjutkan program nuklirnya, namun risiko perang skala besar di Timur Tengah diperkirakan minimal," tambahnya.
Selain itu, pasar juga menantikan sejumlah data ekonomi penting dari AS, termasuk penggajian non-pertanian Januari yang akan dirilis Rabu (11/2) dan data inflasi (CPI) Jumat (13/2).
Sinyal dari data ini akan memengaruhi ekspektasi suku bunga dan kebijakan moneter di bawah kepemimpinan Warsh.
Perhatian juga tertuju pada China, importir minyak terbesar dunia, yang akan merilis data CPI Januari tepat sebelum libur Tahun Baru Imlek.
"Pergerakan ini berpotensi mendorong kenaikan permintaan bahan bakar," kata Ibrahim.
Sentimen domestik turut menopang rupiah, antara lain optimisme penerimaan pajak pemerintah.
Menteri Keuangan menargetkan penerimaan pajak 2026 sebesar Rp2.357,7 triliun, naik 7,69% dari target APBN 2025.
Namun, realisasi penerimaan pajak tahun lalu hanya Rp1.917,6 triliun, sehingga pemerintah perlu mengejar tambahan Rp440,1 triliun agar target tercapai.
Di sisi lain, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Januari 2026 meningkat 3,5 poin menjadi 127, level tertinggi sejak Januari 2025 (127,2).
Data ini menunjukkan meningkatnya optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi domestik.
"Kombinasi sentimen global dan data domestik yang positif membuat rupiah berpeluang menguat hari ini," kata Ibrahim.*
(bi/ad)
OlehDarwin DarmawanPENYAIR satiris Romawi, Juvenal, pernah menceritakan kisah tentang seorang suami yang begitu curiga terhadap kesetiaan i
OPINI
ARLINGTON Tim nasional Spanyol sukses mengamankan tiket pertama babak final Piala Dunia 2026. Kepastian ini diraih setelah Lamine Yamal
OLAHRAGA
JAKARTA Kabar baik bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang sedang berburu tambahan modal. Bank Mandiri kembali mem
EKONOMI
JAKARTA Di balik beratnya garis kehidupan di dunia, Islam memberikan kedudukan dan keutamaan tersendiri bagi hambanya yang kekurangan ha
AGAMA
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bergerak cepat memastikan penggunaan anggaran tambahan dari pusat berjalan tepat sasaran.Bupati
PEMERINTAHAN
BANDA ACEH Hubungan harmonis antara jajaran TNI dan Polri di Serambi Mekkah kembali diperlihatkan ke publik. Kali ini, Kapolda Aceh Irje
NASIONAL
BALI Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Provinsi Bali pada hari ini, Rabu, 15 Ju
NASIONAL
YOGYAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) p
NASIONAL
JAWA BARAT Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Provinsi Jawa Barat pada hari ini,
NASIONAL
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk wilayah DKI Jakarta pada hari ini, Rabu, 15 J
NASIONAL