Nelayan Batu Bara mendesak Pemerintah Kabupaten Batu Bara, Dinas Perikanan, dan instansi terkait untuk tidak hanya bekerja dari ruang kerja, tetapi juga turun langsung melihat realita yang terjadi di lapangan.
Mereka mengajukan permintaan agar birokrasi disederhanakan, diberikan pelayanan jemput bola, serta dibuatkan kebijakan khusus bagi nelayan kecil agar akses solar subsidi tidak hanya menjadi janji kosong.
"Kalau aturan tetap seperti ini, nelayan bisa terpuruk sebelum kapal kami rusak. Tolong jangan biarkan kami berjuang sendirian," tegas salah seorang nelayan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada langkah nyata dari pemerintah daerah untuk menanggapi keluhan para nelayan.
Mereka pun terus menunggu, di tengah lautan yang kini terasa sepi dan mesin kapal yang tak lagi menyala.*