BREAKING NEWS
Senin, 30 Maret 2026

Mayoritas Pekerja di Indonesia Berpendidikan SD ke Bawah, Ini Penjelasan BPS

Adelia Syafitri - Selasa, 10 Februari 2026 10:40 WIB
Mayoritas Pekerja di Indonesia Berpendidikan SD ke Bawah, Ini Penjelasan BPS
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data terbaru terkait komposisi pendidikan tenaga kerja di Indonesia. (foto: BPS Statistics)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data terbaru terkait komposisi pendidikan tenaga kerja di Indonesia.

Mayoritas pekerja masih berpendidikan sekolah dasar (SD) ke bawah. Laporan ini dirilis pada 5 Februari 2026, berdasarkan survei BPS pada November 2025.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan bahwa dari total angkatan kerja sebanyak 155,27 juta orang, sebanyak 147,91 juta orang bekerja, sementara 7,35 juta orang tercatat sebagai pengangguran.

Baca Juga:

"Angkatan kerja yang tidak terserap pasar kerja disebut pengangguran, dengan jumlah 7,35 juta orang per November 2025," ujar Amalia melalui tayangan resmi YouTube BPS Statistics, Kamis (5/2/2026).

BPS mencatat, sebanyak 34,63 persen pekerja berpendidikan SD ke bawah.

Meski mendominasi, angka ini menunjukkan tren penurunan dibandingkan catatan Agustus 2025 sebesar 34,75 persen dan Februari 2025 sebesar 35,89 persen.

Sementara itu, lulusan SMK meningkat dari 12,84 persen pada Februari 2025 menjadi 14,06 persen pada November 2025.

Rincian persentase pekerja berdasarkan pendidikan November 2025:
SD ke bawah: 34,63%
SMP: 17,31%
SMA: 20,99%
SMK: 14,06%
Diploma (D1–D3): 2,20%
Sarjana & Pascasarjana (D4–S3): 10,81%

Dalam hal sektor lapangan usaha, tiga sektor utama yang menyerap tenaga kerja terbanyak adalah pertanian (27,99 persen), perdagangan (18,67 persen), dan industri pengolahan (13,86 persen).

Sektor lain seperti akomodasi dan makan minum, konstruksi, dan pendidikan masing-masing menyerap tenaga kerja 8,16 persen, 6,51 persen, dan 5,06 persen.

Amalia menekankan bahwa meski proporsi pekerja berpendidikan SD ke bawah masih tinggi, adanya peningkatan lulusan SMK dan pendidikan tinggi menjadi tanda positif bahwa kualitas pendidikan tenaga kerja mulai meningkat.

Data ini menjadi penting bagi pemerintah dan dunia usaha dalam merumuskan kebijakan pendidikan, pelatihan vokasi, serta pengembangan sumber daya manusia yang lebih siap menghadapi pasar kerja nasional maupun global.*

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Tito Karnavian Wajibkan Korve Dua Kali Seminggu Serentak di Seluruh Daerah, TNI-Polri Turun Lapangan
Nelayan Batu Bara Menjerit Lagi: Solar Subsidi Dipersulit, Birokrasi Pas Besar Jadi Momok
Gubernur Koster Dukung WHDI Bali, Perkuat Sinergi Pelestarian Budaya dan Tradisi Hindu
Stabilkan Ekonomi, Bupati Oloan Dukung Pengendalian Inflasi dan Program 3 Juta Rumah
Bupati Humbang Hasundutan Buka Konsultasi Publik RKPD 2027, Fokus Perekonomian dan Pembangunan Berkeadilan
Bupati Labusel Tegaskan Pentingnya Inovasi OPD dan Publikasi Program: Jangan Risau Dibilang Pencitraan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru