BREAKING NEWS
Minggu, 15 Februari 2026

Bahlil Bahas Rencana Setop Ekspor Timah: Dorong Hilirisasi Mineral dan Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Dharma - Minggu, 15 Februari 2026 10:52 WIB
Bahlil Bahas Rencana Setop Ekspor Timah: Dorong Hilirisasi Mineral dan Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia. (Foto: Bahlil Lahadalia / FB)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkap rencana untuk menghentikan ekspor timah, menyusul langkah serupa pada bauksit sebelumnya.

Kebijakan ini ditujukan untuk mendorong hilirisasi mineral dalam negeri dan memperkuat struktur ekonomi nasional.

"Tahun lalu kita melarang ekspor bauksit. Tahun ini, kita mengkaji beberapa komoditas lain, termasuk timah," kata Bahlil dalam keterangan tertulis, Minggu (15/2/2026).

Baca Juga:

Bahlil mencontohkan pengalaman larangan ekspor bijih nikel pada 2018-2019. Kebijakan tersebut menumbuhkan ekspor nikel hingga sepuluh kali lipat, dari US$ 3,3 miliar menjadi US$ 34 miliar pada 2024, dalam lima tahun.

"Ini mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata dan menciptakan lapangan kerja," ujarnya.

Ia menekankan pentingnya pembangunan fasilitas hilirisasi dalam negeri. Dengan begitu, nilai tambah mineral dapat dinikmati masyarakat, bukan sekadar diekspor dalam bentuk mentah.

Beberapa proyek hilirisasi telah ditetapkan sebagai prioritas nasional 2026 oleh Presiden Prabowo Subianto, dengan total investasi mencapai Rp 618 triliun. Proyek ini mencakup sektor bauksit, nikel, gasifikasi batubara, hingga kilang minyak.

"Produk hasil hilirisasi akan menjadi substitusi impor. Ini peluang besar bagi perbankan dan investor nasional untuk ikut serta dalam pembiayaan proyek strategis nasional," ujar Bahlil.

Program hilirisasi diprediksi mendatangkan investasi US$ 618 miliar hingga 2040, dengan ekspor US$ 857,9 miliar, kontribusi PDB US$ 235,9 miliar, dan lebih dari tiga juta lapangan kerja.*

(d/dh)

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Larangan Ekspor Meluas? Usai Nikel, Bahlil Sinyalkan Timah Jadi Target Berikutnya
Prabowo Turun Tangan Soal Nasib Tambang Martabe, Ini Arahannya
Sekda Aceh Hadiri 7th Aceh Upstream Oil & Gas Summit, Dorong Rantai Pasok Migas Profesional dan Berkelanjutan
Aceh Tengah Darurat Lubang Raksasa: Inilah Analisis dan Peringatan Badan Geologi
Indonesia Gandeng China Kembangkan Proyek Baterai Mobil Listrik Rp 133 Triliun, Target Jadi Ekosistem Kedua Terbesar Dunia
Dirjen ESDM Buka Suara soal Pencabutan Izin Tambang Martabe, Perusahaan Bisa Ajukan Gugatan atau Arbitrase
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru