BREAKING NEWS
Senin, 23 Februari 2026

No One Left Behind: Menaker Pastikan Pekerja Indonesia Tak Tertinggal di Era Digital, Siap Hadapi Disrupsi AI dan Robotik

Raman Krisna - Senin, 23 Februari 2026 08:09 WIB
No One Left Behind: Menaker Pastikan Pekerja Indonesia Tak Tertinggal di Era Digital, Siap Hadapi Disrupsi AI dan Robotik
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, saat menghadiri Tasyakuran HUT ke-53 KSPSI dan Harpekindo 2026 di Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu (21/2/2026). (foto: Biro Humas Kemnaker)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

PURWAKARTA — Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengajak serikat pekerja dan serikat buruh (SP/SB) untuk memperkuat kolaborasi menghadapi disrupsi AI dan robotik di dunia kerja melalui program upskilling dan reskilling.

Hal ini disampaikan Menaker Yassierli saat menghadiri Tasyakuran HUT ke-53 Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) dan Hari Pekerja Indonesia (Harpekindo) 2026 di Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu (21/2/2026).

"Saya yakin dengan kebersamaan dan kolaborasi, kita siap menghadapi perubahan ini. Semangat kami di Kemnaker adalah prinsip inklusivitas, no one left behind. Tidak boleh ada pekerja yang tertinggal, di-PHK, atau termarginalkan karena disrupsi industri," ujar Menaker.

Baca Juga:

AI, Menaker Ajak Serikat Pekerja Perkuat Upskilling dan Reskilling - 5.jpg">

Menaker menegaskan bahwa prinsip no one left behind harus diwujudkan melalui kerja nyata.

Tahun lalu, Kemnaker telah melatih 700 ahli produktivitas dan menyelenggarakan pelatihan K3 di lebih dari 63 titik dengan melibatkan perwakilan serikat pekerja/buruh.

Program ini akan terus dilaksanakan untuk memastikan tenaga kerja siap menghadapi perubahan industri.

Selain itu, Menaker mendorong SP/SB untuk memanfaatkan 42 balai pelatihan Kemnaker yang tersebar di seluruh Indonesia sebagai pusat peningkatan kompetensi.

Menurutnya, tantangan masa depan hanya dapat dijawab melalui upskilling dan reskilling seiring perkembangan industri yang membutuhkan kompetensi baru.

Menaker juga menekankan pentingnya pengembangan green jobs sebagai respons terhadap transformasi ekonomi hijau.

"Tenaga kerja Indonesia harus dipersiapkan dengan karakter dan kompetensi baru yang relevan melalui langkah konkret dan terukur," ujarnya.

Kolaborasi antara pemerintah, industri, dan serikat pekerja diharapkan menjadi kunci menghadapi era transformasi digital dan ekonomi hijau, sekaligus menjaga kesejahteraan pekerja agar tetap inklusif.*

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Balap Liar Dibubarkan, Patroli Gabungan Polres Binjai dan TNI Cegah Gangguan Kamtibmas Selama Ramadhan
Jalan Menuju TPA Tertutup Sampah Saat Hujan, Bupati Madina Perintahkan Penanganan Selesai dalam Seminggu
Siap Tancap Gas Menuju Pemilu 2029, Partai Garuda Matangkan Mesin Politik di Ibu Kota
Akses 7.000 Warga Lhok Cut Segera Kembali Normal, Kapolda Aceh Pastikan Pembangunan Jembatan Bailey Cepat Rampung
Presiden Prabowo Tandatangani Perpres SMA Unggul Garuda, Siapkan Generasi Sains dan Teknologi
Cawe-Cawe Gas Subsidi, Laundry Anak I Gusti Putu Artha Diduga Gunakan LPG 3 Kg
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru