Ferdinand Hutahaean Curiga Dakwaan Jaksa Direkayasa agar Jokowi Tak Hadir di Sidang
JAKARTA Praktisi hukum Ferdinand Hutahaean mempertanyakan penyusunan dakwaan jaksa dalam perkara dugaan penyebaran informasi terkait ijaz
POLITIK
Oleh:Kamrussamad.
KEMUNCULAN alumnus penerima beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) Dwi Sasetyaningtyas yang menyampaikan narasi "cukup saya yang WNI, anak jangan" patut disikapi secara serius.
Narasi tersebut secara nyata telah meremehkan identitas nasional dan juga melupakan jasa negara yang telah membiayai pendidikannya, serta menunjukkan adanya krisis nasionalisme.Baca Juga:
Peristiwa tersebut menjadi sinyalemen kegagalan pengelola LPDP dalam menanamkan jiwa nasionalisme kepada para penerima beasiswa. LPDP harus mengambil tanggung jawab atas munculnya penerima beasiswa yang tidak menghargai identitas nasional.
Perlu diketahui, LPDP merupakan satuan kerja di bawah Kementerian Keuangan, yang bertugas mengelola dana abadi yang salah satu peruntukannya di bidang pendidikan.
LPDP sendiri ditetapkan sebagai lembaga berbentuk Badan Layanan Umum (BLU) berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 18/KMK.05/Tahun 2012 pada 30 Januari 2012.
LPDP mengusung visi menjadi katalis untuk mencetak pemimpin masa depan Indonesia melalui program-program berdampak tinggi di ekosistem-ekosistem prioritas dengan menjadi organisasi pengelola dana kelas dunia dan menjadi mitra terpercaya untuk mendorong pertumbuhan, kesejahteraan, dan inklusi di Indonesia.
Anggaran LPDP berasal dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) yang sejatinya merupakan uang rakyat. Pada 2026, APBN mengalokasikan anggaran sebesar Rp 25 triliun untuk Dana Abadi Pendidikan. Saat ini, LPDP telah mengelola Dana Abadi mencapai Rp 180,80 triliun.
Dana Abadi LPDP berbeda dengan anggaran APBN pada umumnya yang harus habis dalam periode satu tahun. Sementara itu, Dana Abadi LPDP tidak harus habis dalam 1 tahun dan bisa diinvestasikan untuk mendapatkan imbal hasil. Hal tersebut untuk menjamin keberlangsungan program beasiswa bagi generasi berikutnya.
Hingga 31 Desember 2025, LPDP telah memberikan beasiswa kepada 58.444 orang. Dari jumlah tersebut, saat ini yang tercatat menjadi alumni mencapai 32.632 orang.
Sementara itu, yang masih menjalani studi sebanyak 18.981 orang dan yang masih dalam persiapan studi mencapai 6.831 orang.
Para penerima beasiswa LPDP sejatinya merupakan orang-orang pilihan, karena telah menyisihkan puluhan ribu pelamar lainnya. Pada 2025, telah terpilih 4.000 penerima beasiswa LPDP dari total pelamar yang mencapai 78.000 ribu.
JAKARTA Praktisi hukum Ferdinand Hutahaean mempertanyakan penyusunan dakwaan jaksa dalam perkara dugaan penyebaran informasi terkait ijaz
POLITIK
ACEH Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera terus mengakselerasi pemulihan ekonomi masy
EKONOMI
SIBOLGA Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mendorong Pemerintah Kota Sibolga untuk
PEMERINTAHAN
JAKARTA Tujuh orang yang terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan korupsi yang menj
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memilih tidak memberikan komentar terkait temuan dugaan pemborosan anggaran Program Ma
NASIONAL
MEDAN Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Joko Juliantono mengaku kini memiliki banyak pihak yang merasa terganggu sejak pemerintah menjalank
NASIONAL
MEDAN Lurah Paya Pasir, Syerly, menyampaikan permohonan maaf usai video dirinya yang diduga mengejek seorang warga saat menyampaikan kelu
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan penunjukan Gubernur Bank Indonesia (BI) yang baru sepenuhny
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami dugaan aliran uang dalam perkara suap yang menjerat Bupati Kuantan Singingi (K
NASIONAL
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan pembentukan Dewan Pengawas untuk memperkuat pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG). D
NASIONAL