JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Selasa (24/2/2026).
Saham-saham dengan bobot besar seperti PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN), PT Bayan Resources Tbk. (BYAN), hingga PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM) kompak berada di zona hijau.
Mengutip data IDX Mobile pukul 09.02 WIB, IHSG menguat 0,30% ke level 8.421 dengan transaksi awal sebanyak 1,51 miliar saham senilai Rp885,5 miliar.
Kapitalisasi pasar tercatat Rp15.176 triliun. Dari total 958 saham yang tercatat, 273 saham menguat, 196 melemah, dan 489 saham lainnya stagnan.
Saham-saham unggulan yang mengawali perdagangan positif antara lain AMMN naik 0,32% ke Rp7.825, ASII naik 0,38% ke Rp6.650, BREN naik 0,93% ke Rp8.150, BRPT naik 0,93% ke Rp2.160, BYAN naik 0,35% ke Rp14.250, MORA naik 1,06% ke Rp7.175, dan TLKM menguat 0,28% ke Rp3.560.
Kenaikan ini sejalan dengan penguatan IHSG pada perdagangan Senin (23/2/2026) yang ditutup naik 1,50% ke level 8.396.
Tim Riset Phintraco Sekuritas menilai indeks berpotensi melanjutkan penguatan apabila mampu menembus level 8.400.
Penguatan ini juga dipicu sentimen positif atas keputusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan pemberlakuan tarif resiprokal Presiden Donald Trump.
Secara teknikal, histogram MACD masih bergerak positif, volume beli meningkat, dan IHSG berada di atas level MA20.
Meski demikian, Stochastic RSI mulai melambat di area overbought, sehingga investor tetap disarankan berhati-hati terhadap volatilitas jangka pendek.
Selain sentimen eksternal, data belanja pemerintah per Januari 2026 yang mencapai Rp227,3 triliun atau naik 25,7% YoY menjadi katalis positif.
Belanja pemerintah pusat meningkat 53,3% YoY menjadi Rp131,9 triliun, sementara transfer ke daerah tumbuh tipis 0,6% YoY ke Rp95,3 triliun.
Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas, memperkirakan IHSG akan mencoba breakout di level 8.450–8.500, namun investor tetap disarankan waspada terhadap potensi koreksi terbatas.
Tim Analis BRI Danareksa Sekuritas menambahkan bahwa penguatan didukung arus akumulasi investor asing serta harga komoditas yang menguat, dengan rekomendasi saham MBMA, BIPI, dan SOCI untuk pengawasan.
Disclaimer: Berita ini hanya bersifat informasi. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca.
bitvonline.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian dari keputusan investasi.*