BREAKING NEWS
Sabtu, 26 September 2026

Ekspor Industri Kian Menggeliat, Neraca Perdagangan Sumut Januari 2026 Catat Surplus Rp7,7 Triliun Lebih

Adelia Syafitri - Rabu, 04 Maret 2026 14:06 WIB
Ekspor Industri Kian Menggeliat, Neraca Perdagangan Sumut Januari 2026 Catat Surplus Rp7,7 Triliun Lebih
Kepala BPS Sumut, Asim Saputra. (Foto: lensamedan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Kinerja perdagangan luar negeri Sumatera Utara (Sumut) memulai 2026 dengan catatan positif.

Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut melaporkan, neraca perdagangan Januari 2026 mencatat surplus sebesar 520,86 juta Dolar AS, meningkat 15,29 persen dibanding periode sama tahun lalu yang tercatat 451,79 juta Dolar AS.

Kepala BPS Sumut, Asim Saputra, menegaskan sektor industri masih menjadi motor utama pertumbuhan ekspor dengan kontribusi mencapai 94,30 persen.

Baca Juga:

Lonjakan nilai ekspor didorong oleh barang lemak dan minyak hewan/nabati, termasuk CPO dan turunannya, yang meningkat 73,68 juta Dolar AS atau 21,04 persen dibanding Januari 2025.

"Sektor industri mengalami peningkatan sebesar 97,40 juta Dolar AS atau naik 11,42 persen. Namun, sektor pertanian justru menurun 14 persen, terutama komoditas kopi, teh, dan rempah-rempah yang turun hingga 40,26 persen," ujar Asim, Rabu (4/3/2026).

Tiga negara tujuan ekspor utama Sumut adalah Tiongkok 150,08 juta Dolar AS, Amerika Serikat 123,91 juta Dolar AS, dan Jepang 60,54 juta Dolar AS.

Sementara itu, total impor Sumut tercatat 486,80 juta Dolar AS, didominasi oleh bahan baku dan penolong (79,44 persen).

Peningkatan impor tertinggi terjadi pada golongan gandum-ganduman naik 322,01 persen, senilai 20,38 juta Dolar AS, serta bahan bakar mineral naik 15,10 persen atau senilai 11,39 juta Dolar AS.

Meski secara keseluruhan mencatat surplus, Sumut tetap mengalami defisit perdagangan dengan beberapa negara tetangga.

Surplus terbesar tercatat terhadap Amerika Serikat 84,86 juta Dolar AS, Bangladesh 56,00 juta Dolar AS, dan Jepang 55,31 juta Dolar AS, sedangkan defisit terbesar terjadi terhadap Singapura 43,80 juta Dolar AS, Malaysia 32,99 juta Dolar AS, dan Argentina 22,49 juta Dolar AS.

BPS Sumut berharap surplus ini dapat menjadi modal kuat bagi stabilitas ekonomi regional, terutama di tengah ketidakpastian kondisi global pada kuartal pertama 2026.*

(mi/dh)

Editor
:
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Hadiri Buka Puasa DPD Demokrat Sumut, Wali Kota Mahyaruddin Salim: Ramadan Momentum Persatuan dan Kepedulian
Wagub Surya Ajak Siswa SMKN 1 Portibi Siap Menjadi Generasi Penerus Indonesia Emas 2045
Gubernur Bobby Nasution Pastikan Pembangunan Tiga Ruas Jalan di Sipiongot Dilanjutkan Usai Lebaran
Advokat Ary Gadun FM Divonis 16 Tahun Penjara dalam Kasus Suap Hakim dan TPPU
Dishub Sumut Pastikan Semua Jalur Terdampak Bencana Aman untuk Mudik Idulfitri 2026
Bertambah! Polda Sumut Amankan 17 Orang dan 14 Ekskavator di Lokasi Tambang Emas Ilegal Perbatasan Tapsel-Madina, Omzet 600 Juta Sehari
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru