BREAKING NEWS
Jumat, 06 Maret 2026

IHSG Kembali Terpuruk, Saham Melemah Didominasi Tekanan Penjualan

Adam - Jumat, 06 Maret 2026 09:39 WIB
IHSG Kembali Terpuruk, Saham Melemah Didominasi Tekanan Penjualan
Indeks Harga Saham Gabungan dibuka di zona merah pada perdagangan pagi ini, Jumat (6/3/2026). (Foto: ANTARA /ASPRILLA DWI ADHA/RWA.)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona merah pada perdagangan pagi ini, Jumat (6/3/2026).

Data RTI menunjukkan IHSG berada di level 7.614,68 pada pukul 09.15 WIB, turun 1,24% atau 95 poin dibanding penutupan sebelumnya.

Pada pembukaan, IHSG tercatat di level 7.699,47 dengan posisi tertinggi 7.700,31 dan terendah 7.604,29. Kondisi ini menunjukkan adanya tekanan jual yang cukup signifikan di pasar saham domestik.

Baca Juga:

Volume transaksi tercatat mencapai 4,36 miliar saham dengan nilai transaksi (turnover) sebesar Rp 2,49 triliun.

Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 313.252 kali. Dari total saham yang diperdagangkan, 136 saham menguat, 435 saham melemah, dan 134 saham tidak mengalami perubahan harga.

Di pasar regional, indeks saham Asia menunjukkan pergerakan bervariasi. Nikkei melemah 0,15%, sementara Hang Seng dan Shanghai Composite masing-masing menguat 0,56% dan 0,64%.

Analis menilai bahwa pergerakan IHSG pagi ini masih dipengaruhi sentimen global dan dinamika pasar saham Asia. Investor disarankan tetap waspada terhadap fluktuasi harga dan memilih saham dengan fundamental kuat untuk mengantisipasi risiko.*

(d/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Harga Emas Antam Turun Rp 25.000, Buyback Ikut Anjlok Rp 32 Ribu
Lebaran 2026 Semakin Dekat: Muhammadiyah Pastikan Tanggal, Pemerintah Siapkan Sidang Isbat
Indeks Harga Saham Gabungan Bangkit, IHSG Naik 134 Poin ke Level 7.711
IHSG Anjlok di Zona Merah, Nilai Transaksi Capai Rp837 Miliar
IHSG Menguat Tipis Setelah Pelemahan Akibat Ketegangan Timur Tengah
Koreksi IHSG Terus Berlanjut, Investor Diminta Tetap Rasional di Tengah Eskalasi Geopolitik
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru