BREAKING NEWS
Jumat, 06 Maret 2026

Mentan Amran: Cadangan Pangan Indonesia Aman hingga 324 Hari Meski Konflik AS–Israel dan Iran Memanas

Dharma - Jumat, 06 Maret 2026 11:54 WIB
Mentan Amran: Cadangan Pangan Indonesia Aman hingga 324 Hari Meski Konflik AS–Israel dan Iran Memanas
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. (Foto: Dok. Kementan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Pemerintah memastikan ketahanan pangan nasional masih dalam kondisi aman meski ketegangan geopolitik di Timur Tengah meningkat akibat konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut cadangan pangan Indonesia saat ini mampu mencukupi kebutuhan hingga 324 hari atau sekitar 10,8 bulan.

Amran mengatakan perhitungan tersebut dilakukan setelah pemerintah mengevaluasi kondisi stok pangan nasional di tengah situasi geopolitik global yang memanas.

Baca Juga:

"Alhamdulillah setelah kami menghitung, dengan kondisi geopolitik yang memanas, cadangan pangan kita tersedia sampai dengan 324 hari," ujar Amran dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Menurut Amran, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang tersimpan di gudang Perum Bulog saat ini mencapai sekitar 3,7 juta ton.

Selain itu, stok beras yang berada di sektor hotel, restoran, dan katering diperkirakan mencapai 12 juta ton, sementara potensi produksi dari standing crop berada di kisaran 10 hingga 11 juta ton.

Ia menegaskan produksi beras nasional juga masih terus berjalan. Pemerintah memproyeksikan tambahan produksi antara 2,6 juta hingga 5,7 juta ton dalam waktu mendatang.

"Range-nya antara minimal 2,6 juta sampai 5,7 juta ton. Jadi insyaallah pangan aman," kata Amran.

Selain faktor geopolitik global, pemerintah juga mencermati potensi dampak perubahan iklim terhadap sektor pertanian.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika sebelumnya memprediksi musim kemarau 2026 akan datang lebih awal dan berlangsung lebih lama di sejumlah wilayah Indonesia.

Mengantisipasi kondisi tersebut, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah, termasuk program pompanisasi irigasi untuk lahan tadah hujan.

Amran menyebut pompa yang tersedia saat ini mampu menjangkau sekitar 1,2 juta hektare lahan pertanian, dan pemerintah berencana menambah cakupan hingga 1 juta hektare lagi pada tahun ini.

Di sisi lain, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan sebelumnya memperkirakan konflik Iran melawan Israel dan Amerika Serikat berpotensi berlangsung lebih lama dari satu bulan.

Penutupan Selat Hormuz oleh Iran bahkan dinilai dapat mengganggu perdagangan minyak global dan berdampak pada stabilitas ekonomi sejumlah negara.

Pemerintah pun diminta terus memantau perkembangan situasi global, termasuk kemungkinan dampaknya terhadap energi dan perdagangan internasional.*

(k/dh)

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Cadangan Devisa RI Turun Menjadi US$ 151,9 Miliar, BI Pastikan Ketahanan Eksternal dan Stabilitas Makroekonomi Tetap Terjaga
Pemko Medan Salurkan Bantuan Masjid dan Santunan Anak Yatim Piatu Saat Safari Ramadan di Medan Maimun
Wagub Sumut Apresiasi Penambahan Dana TKD untuk Pemulihan Pascabencana
Bali Bersih Sampah: Menteri LH dan Gubernur Koster Serukan Pilah Sampah dari Sumber
Seleksi Ulang Jabatan Dirjen Imigrasi, Eks Kabais Pertanyakan Nasib Kandidat Sebelumnya: Apakah Prosesnya Batal?
Pemko Binjai Gelar Safari Ramadan ke 37 Masjid dan Mushola, Wali Kota Amir Hamzah Serahkan Bantuan dan Serap Aspirasi
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru