Iran Tutup Selat Hormuz, Ketegangan Timur Tengah Kembali Memuncak
TEHERAN Situasi geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz untuk seluruh lalu lintas kap
INTERNASIONAL
MEDAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Hasil sensus ini diharapkan menjadi dasar perencanaan pembangunan yang lebih terarah dan berbasis data.
Hal tersebut disampaikan Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Sulaiman Harahap, saat menerima kunjungan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Asim Saputra, di Ruang Kerja Sekdaprov Sumut, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Jumat (6/3/2026).Baca Juga:
Menurut Sulaiman, melalui sensus ekonomi akan diperoleh gambaran riil kondisi dunia usaha, mulai dari usaha mikro hingga besar.
Data ini akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang akurat, dari tingkat desa hingga provinsi.
"Pada prinsipnya kami mendukung Sensus Ekonomi 2026, karena pembangunan membutuhkan data. Pemprov Sumut siap bersinergi dengan BPS Sumut dalam hal sumber daya manusia maupun publikasi untuk menyukseskan sensus ini," ujar Pj Sekda.
Sementara itu, Kepala BPS Sumut, Asim Saputra, menyebut bahwa persiapan petugas sensus sedang dilakukan.
Secara nasional, BPS membutuhkan sekitar 190.000 petugas, sedangkan di Sumut diperkirakan sekitar 13.000 petugas.
Petugas akan direkrut dari kalangan mahasiswa, dosen, akademisi, dan masyarakat umum yang memenuhi syarat.
Perekrutan dimulai April 2026, dengan pelatihan tiga minggu secara kontinu. Sensus akan dilaksanakan mulai Mei hingga Juli 2026, sekaligus menjadi program padat karya.
Asim menekankan pentingnya dukungan Pemprov Sumut agar masyarakat dan pelaku usaha berpartisipasi aktif.
"Data yang akurat menjadi fondasi bagi pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota untuk menyusun strategi pembangunan ekonomi yang sesuai kondisi di lapangan," ujarnya.
Sensus Ekonomi 2026 akan memotret seluruh unit usaha nonpertanian, mulai dari UMKM hingga perusahaan besar, untuk mengetahui sektor ekonomi unggulan di tiap kabupaten/kota serta mengevaluasi kebijakan ekonomi sebelumnya.
Sensus Ekonomi di Indonesia dilaksanakan setiap 10 tahun.
Hasil Sensus Ekonomi 2016 mencatat terdapat 1,18 juta usaha/perusahaan nonpertanian di Sumut yang tersebar dalam 13 kategori lapangan usaha sesuai Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2015.*
(ad)
TEHERAN Situasi geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz untuk seluruh lalu lintas kap
INTERNASIONAL
JAKARTA Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) menyambut positif kebijakan pemerintah terkait penerapan anggaran m
OLAHRAGA
MEDAN Kebakaran hebat melanda sebuah pabrik plastik dan mainan yang berada di Jalan Ladang, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Sabtu (20
PERISTIWA
BANDA ACEH Tokoh masyarakat Aceh, Suryadi Djamil, M.I.Kom atau yang akrab disapa Om Sur, mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat A
AGAMA
MEDAN Kebakaran hebat melanda empat kapal ikan yang sedang bersandar di dermaga Jalan Gabion, Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Bela
PERISTIWA
JAKARTA Pengamat politik senior Boni Hargens menilai pelibatan personel Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam jabatan sipil merupa
POLITIK
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I tahun 2026 mencapai 5,61 persen seca
EKONOMI
JAKARTA Oditurat Militer II07 Jakarta memutuskan tidak mengajukan banding atas putusan majelis hakim terhadap empat anggota Badan Intel
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan pemerintah tidak akan melakukan impor beras konsumsi dalam waktu dekat
EKONOMI
JAKARTA Roy Suryo berencana mengajukan penangguhan penahanan setelah ditahan oleh Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan penyebaran tudin
HUKUM DAN KRIMINAL