Dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (6/3/2026), Purbaya menegaskan Indonesia saat ini tengah memasuki fase ekspansi ekonomi yang diproyeksikan stabil hingga beberapa tahun ke depan.
Ia menekankan, target pertumbuhan pemerintah tetap realistis di angka 6 persen, sebelum mempertimbangkan target lebih tinggi.
"Triwulan pertama 8 persen? Ah nggak, 6. Saya nggak pernah bilang 8. 8 nanti, kalau 6 persen tercapai baru mungkin kita lihat 8 atau bisa kelihatan," kata Purbaya.
Menteri Keuangan itu menganalogikan gejolak pasar modal seperti fluktuasi wajar instrumen investasi.
Bagi investor, Purbaya memberikan pesan agar tetap jeli melihat peluang di tengah koreksi pasar, namun tetap fokus pada aset dengan fundamental kuat.
"Kalau yang pasar modal, biasa tuh. Naik turun, naik turun. Yang penting Anda tahu fondasi ke depan seperti apa. Kalau bawah banget, it's time to buy. Pasar modal kan jangka panjang. Asal jangan beli saham gorengan aja," ujarnya.
Meskipun IHSG mengalami koreksi signifikan, Purbaya menegaskan pemerintah siap dengan kebijakan untuk meredam dampak negatif bagi ekonomi nasional. Ia optimistis siklus ekspansi saat ini akan berlangsung hingga 2029–2033.
Dengan demikian, penurunan IHSG ke level 7.500-an justru bisa menjadi momentum akumulasi bagi investor yang percaya pada kekuatan fundamental ekonomi Indonesia.*
(oz/dh)
Editor
: Dharma
IHSG Anjlok 7,89%, Purbaya Yudhi Sadewa Imbau Investor Tak Panik