JAKARTA - Indeks HargaSaham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (11/3/2026) dibuka dan langsung menguat, mencatat kenaikan 74,18 poin atau setara 1% ke level 7.515 hingga pukul 09.15 WIB.
Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan volume perdagangan mencapai 4,43 miliar saham dengan nilai transaksi Rp2,02 triliun dan frekuensi perdagangan 250.885 kali.
Pada pembukaan pagi, IHSG sudah menguat 43,86 poin atau 0,59% ke level 7.484. Sebanyak 419 saham menguat, 119 melemah, dan 163 saham stagnan.
BRI Danareksa Sekuritas menilai penguatan IHSG didorong oleh technical rebound setelah koreksi tajam sebelumnya, membaiknya sentimen global, serta penurunan harga minyak dunia.
Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyinggung potensi meredanya konflik AS–Israel dengan Iran turut menambah sentimen positif.
Dari sisi domestik, penjualan ritel Indonesia tercatat tumbuh 5,7% YoY pada Januari 2026, meningkat dari 3,5% YoY pada Desember 2025.
"Secara teknikal, IHSG berpotensi menguji resistance 7.500. Jika berhasil, penguatan bisa berlanjut menuju 7.580–7.700. Namun pasar tetap mencermati perkembangan Timur Tengah dan inflasi AS Februari 2026," tulis riset BRI Danareksa Sekuritas.
Saham pilihan hari ini antara lain INDY, ARCI, dan NCKL.
Senada, Phintraco Sekuritas menyebut IHSG rebound dari koreksi harga minyak mentah dan penguatan indeks Wall Street.
Analisis teknikal menunjukkan Stochastic RSI masih di area oversold, MACD negatif, dan IHSG tertutup di bawah MA-5.
Kisaran pergerakan IHSG diprediksi 7.400–7.550, dengan potensi rebound lanjutan jika bertahan di atas 7.500. Top picks Phintraco: INKP, ASII, INDY, MBMA, TINS.
CGS International Sekuritas memaparkan sentimen negatif muncul dari melemahnya Wall Street, koreksi harga komoditas energi, dan aksi jual investor asing.