BREAKING NEWS
Kamis, 12 Maret 2026

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp16.879 di Tengah Ketegangan AS–Iran

Adelia Syafitri - Kamis, 12 Maret 2026 10:14 WIB
Rupiah Dibuka Menguat ke Rp16.879 di Tengah Ketegangan AS–Iran
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka terapresiasi pada perdagangan Kamis pagi (12/3/2026).

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah naik tipis 0,04% atau 7 poin ke level Rp16.879 per dolar AS, setelah sehari sebelumnya ditutup melemah 23 poin ke Rp16.886 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS juga menguat 0,12% ke 99,35.

Baca Juga:

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan rupiah hari ini berpotensi melemah di kisaran Rp16.880 hingga Rp16.910 per dolar AS.

"Pasar terguncang akibat gangguan pasokan energi, karena Iran mulai memblokir Selat Hormuz sebagai respons atas serangan AS dan Israel. Teheran menegaskan akan terus menyerang kapal-kapal hingga konflik berakhir," ujarnya, Kamis (12/3/2026).

Selat Hormuz merupakan jalur vital pengiriman minyak dan gas bagi Asia.

Gangguan berkepanjangan diprediksi akan menimbulkan tekanan signifikan terhadap perekonomian negara-negara pengimpor energi.

Meskipun Presiden AS Donald Trump menyatakan perang hampir berakhir, Iran menolak klaim tersebut dan menegaskan bahwa mereka akan menentukan sendiri waktu penghentian permusuhan.

Selain perkembangan geopolitik, pasar juga menyoroti data Consumer Price Index (CPI) AS untuk Februari 2026.

Inflasi CPI diperkirakan tetap stabil di 2,4% YoY, sedangkan CPI inti diprediksi di level 2,5%.

"Angka ini mungkin belum mencerminkan lonjakan harga energi akibat konflik, namun tetap menjadi indikator penting untuk memantau kesehatan ekonomi AS dan dampaknya terhadap pasar global," jelas Ibrahim.


Di sisi domestik, tren pelemahan rupiah dipengaruhi faktor internal.

Cadangan devisa Indonesia turun ke level terendah tiga bulan pada Februari, sementara kepercayaan konsumen menurun setelah sempat mencapai level tertinggi satu tahun pada Januari.

Inflasi bulan Februari juga meningkat menjadi 4,76%, level tertinggi dalam hampir tiga tahun.

Bank Indonesia memastikan inflasi tetap terkendali sepanjang 2026–2027, menenangkan pasar.

"Kondisi ini membuat rupiah bergerak hati-hati, terapresiasi tipis di awal perdagangan namun tetap rawan tekanan akibat faktor global dan domestik," kata Ibrahim.

Investor diharapkan waspada terhadap perkembangan konflik AS–Iran dan data makro domestik dalam beberapa hari ke depan.*


(bi/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Wali Kota Mahyaruddin Terima Audiensi PKH Bahas Kolaborasi Pengentasan dan Penurunan Angka Kemiskinan di Kota Tanjungbalai
Sekda Tanjungbalai dan Dandim 0208/AS Ikuti Rakor Nasional Bahas Pemanfaatan Lahan untuk Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih
Harga Emas Antam Anjlok Rp45 Ribu! Kini Rp3,042 Juta per Gram
Presiden Prabowo Telepon Putra Mahkota Arab Saudi, Bahas Apa?
Menguji Kesungguhan BOP dalam Menjaga Perdamaian Dunia
Program Pembinaan Berbuah Manis, Lapas Kelas I Medan Panen 500 Kg Lele dan 300 Kg Sayuran Hidroponik
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru