Di Tengah Gejolak Perang Dunia, Ekonomi Indonesia Ternyata Masih Kuat! Ini Faktanya
JAKARTA Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa meskipun gejolak ekonomi global akibat perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel denga
EKONOMI
JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pergerakan nilai tukar rupiah yang melemah hingga mendekati Rp 17.000 per dolar AS adalah kewenangan Bank Indonesia (BI) sebagai otoritas moneter, dan bukan tugas pemerintah untuk menjelaskannya.
Purbaya mengatakan, stabilitas nilai tukar merupakan bagian dari kebijakan moneter yang harus dijaga oleh Bank Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa jika dirinya memberikan penjelasan mengenai fluktuasi rupiah, hal itu justru dapat menimbulkan persepsi bahwa pemerintah melakukan intervensi terhadap kebijakan moneter yang seharusnya menjadi domain bank sentral.Baca Juga:
"Kenapa Anda tanya ke saya? Tanggung jawab bank sentral hanya satu, menjaga stabilitas nilai tukar. Jadi Anda harus tanya ke bank sentral apa yang terjadi," kata Purbaya saat ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Senin (16/3/2026).
Purbaya menambahkan, meskipun nilai tukar rupiah terpantau melemah, ia meyakini bahwa perekonomian Indonesia secara fundamental tetap kuat.
Ia menegaskan bahwa aktivitas ekonomi domestik menunjukkan kinerja yang cukup baik, dan dalam kondisi normal, nilai tukar seharusnya menguat seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang solid.
"Kalau ekonominya lagi lari kencang, harusnya fundamentalnya baik. Kalau tidak seperti normal, rupiah harusnya menguat," ungkapnya.
Namun, Purbaya juga menyoroti faktor eksternal yang mempengaruhi pergerakan nilai tukar, salah satunya adalah ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi, mengungkapkan bahwa fluktuasi rupiah kali ini juga dipengaruhi oleh meningkatnya ketegangan di sekitar Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dunia.
Sebelumnya, rupiah sempat menyentuh level Rp 17.006 per dolar AS, dan ditutup melemah di level Rp 16.998.
Selain itu, Purbaya juga menyinggung soal dampak kenaikan harga minyak dunia yang saat ini meningkat tajam.
Menurutnya, lonjakan harga minyak yang berlarut-larut berpotensi memicu perlambatan ekonomi global dan bahkan dapat menyebabkan resesi.
JAKARTA Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa meskipun gejolak ekonomi global akibat perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel denga
EKONOMI
JAKARTA Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan membagikan Makan Bergizi Gratis (MBG) besok, Selasa (17/3/2026), untuk mendukung pro
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan perumahan di Indonesia. Salah satu langka
NASIONAL
JAKARTA Selebritas Denada Tambunan tampak sangat emosional saat berbicara tentang hubungan dengan putrinya, Ressa Rizky Rosano, dalam se
ENTERTAINMENT
JAKARTA Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengumumkan penundaan pengiriman pasukan perdamaian Board of Peace (BoP) ke Gaza,
NASIONAL
JAKARTA Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa Indonesia akan tetap bertahan dalam Board of Peace (BoP) untuk m
NASIONAL
JAKARTA Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan untuk tidak menerima permohonan uji materi yang diajukan oleh Roy Suryo, Tifauzia Tyassuma, d
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Anggota DPR dari Fraksi Gerindra, Azis Subekti, menegaskan bahwa negara harus memberikan contoh terlebih dahulu dalam menahan di
NASIONAL
PADANGSIDIMPUAN Polres Padangsidimpuan kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat, terutama dalam menjal
NASIONAL
ACEH TIMUR Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bersama Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehab
PEMERINTAHAN