BREAKING NEWS
Selasa, 24 Maret 2026

Rupiah Melemah ke Rp16.996,5, Tekanan Dolar AS Masih Berlanjut Pasca-Libur Idulfitri

Adelia Syafitri - Selasa, 24 Maret 2026 09:42 WIB
Rupiah Melemah ke Rp16.996,5, Tekanan Dolar AS Masih Berlanjut Pasca-Libur Idulfitri
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan hari ini, Selasa (24/3).

Mata uang Garuda tercatat berada di level Rp16.996,5 per dolar AS, terdepresiasi 68,5 poin atau 0,40% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Kondisi ini beriringan dengan penguatan indeks dolar AS yang tercatat naik sebesar 0,42% menjadi 99,36.

Baca Juga:

Dalam pergerakan pagi ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia juga mengalami pelemahan, termasuk yen Jepang yang turun 0,11%, serta won Korea Selatan yang terdepresiasi lebih dalam sebesar 0,75%.

Rupee India dan ringgit Malaysia masing-masing melemah 0,28% terhadap dolar AS.

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, memprediksi bahwa rupiah akan terus berada dalam tekanan terhadap dolar AS pada perdagangan pascalibur panjang Idulfitri kali ini.

Ibrahim memperkirakan mata uang Indonesia akan diperdagangkan pada kisaran Rp16.990 hingga Rp17.075 per dolar AS, dengan potensi penguatan lebih lanjut bagi dolar AS menuju level 101,20.

Menurut Ibrahim, penguatan dolar AS disebabkan oleh kebijakan hawkish dari bank sentral global yang tetap mempertahankan suku bunga tinggi untuk menanggulangi inflasi.

Terlebih lagi, lonjakan harga energi, khususnya harga minyak mentah jenis Brent yang diperkirakan akan menembus kisaran US$110 hingga US$116 per barel, turut memperburuk kondisi ini.

Selain itu, ketegangan geopolitik yang berkembang di Timur Tengah, khususnya konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel, turut menambah sentimen negatif terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Gangguan pada fasilitas energi global juga semakin memicu investor untuk beralih ke aset yang lebih aman, yaitu dolar AS.

Dalam keterangan resminya, Ibrahim menyebutkan bahwa prospek pergerakan rupiah dan dolar AS ini dipengaruhi oleh dinamika ketegangan geopolitik yang terus berkembang, serta proyeksi harga energi yang masih belum stabil.

Meskipun pasar kembali aktif setelah libur Lebaran, faktor eksternal seperti kondisi inflasi global dan ketegangan geopolitik akan terus membayangi pergerakan nilai tukar rupiah.


"Dalam perdagangan pekan ini, kemungkinan besar dolar AS akan kembali menguat ke level 101,20. Pelemahan lebih lanjut ke area support 98,73 diperkirakan kecil kemungkinannya," ujar Ibrahim.

Dengan berlanjutnya ketegangan geopolitik dan kenaikan harga energi, tantangan bagi nilai tukar rupiah diperkirakan akan semakin besar.

Para pelaku pasar diharapkan tetap waspada terhadap fluktuasi nilai tukar yang dapat dipengaruhi oleh sentimen eksternal, khususnya pergerakan dolar AS yang terus mendapat dukungan dari faktor global.*


(bi/ad)

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Harga Emas Antam Stagnan, Namun Buyback Anjlok Rp 80.000 Hari Ini
Kapolres Padangsidimpuan Pimpin Patroli Keamanan di Pusat Perbelanjaan dan Wisata, Pastikan Idulfitri Aman dan Nyaman
6 Tips Ampuh Menjaga Berat Badan Stabil Setelah Lebaran Tanpa Mengurangi Kenikmatan Makan
Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Trump Umumkan Pembicaraan Damai AS-Iran
Memori HP Penuh? Coba Matikan Fitur WhatsApp Ini Agar Lebih Lega!
Kerja Tak Henti, Hidup Tak Pasti: Paradoks Working Poor di Indonesia
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru