BREAKING NEWS
Jumat, 27 Maret 2026

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Hitung Ulang Pemangkasan RKAB Nikel dan Batu Bara, Prioritaskan Kepentingan Domestik

Adam - Jumat, 27 Maret 2026 19:57 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Hitung Ulang Pemangkasan RKAB Nikel dan Batu Bara, Prioritaskan Kepentingan Domestik
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia. (Foto: fraksigolkar)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberi sinyal perubahan arah kebijakan sektor mineral dan batu bara.

Pemerintah kini membuka ruang peningkatan volume produksi melalui skema relaksasi terukur sekaligus menyiapkan instrumen fiskal baru, termasuk kemungkinan bea keluar, untuk mendorong penerimaan negara.

Bahlil menegaskan, kebijakan dasar terkait Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tetap sama, tetapi implementasinya dibuat lebih fleksibel.

Baca Juga:

Produksi nikel dan batu bara dapat ditingkatkan saat harga pasar global menguat, dan disesuaikan ketika harga turun.

"RKAB tidak ada perubahan. Yang ada adalah relaksasi yang terukur. Kalau harga bagus, kita produksi lebih banyak. Kalau harga turun, kita sesuaikan dengan permintaan di pasar," kata Bahlil di Kantor Kemenko Perekonomian, Jumat (27/3/2026).

Peningkatan produksi harus tetap menjaga keseimbangan pasar agar tidak memicu kelebihan pasokan yang justru menekan harga komoditas.

Selain itu, kebutuhan domestik tetap menjadi prioritas utama, termasuk pasokan listrik, pupuk, dan industri nasional.

Sejalan dengan kebijakan ini, pemerintah tengah mengkaji penerapan pungutan bea keluar pada sejumlah komoditas minerba, termasuk produk turunan nikel seperti nickel pig iron (NPI), sebagai upaya memperluas basis penerimaan negara dari sektor hilirisasi.

Namun, Bahlil menekankan rencana ini masih dalam tahap perhitungan dan pembahasan bersama Kementerian Keuangan, agar tidak membebani industri.

"Kita ingin meningkatkan penerimaan negara, tapi juga harus hati-hati dalam penerapan pajak ekspor. Sampai tanggal 1 belum ada kebijakan itu," ujar Bahlil.

Selain itu, pemerintah berencana menaikkan Harga Mineral Acuan (HMA) nikel sebagai bagian dari strategi menjaga nilai komoditas di pasar global.

Kebijakan ini merupakan bagian dari strategi adaptif pemerintah menghadapi dinamika global yang tidak menentu, sambil tetap menjaga kepentingan domestik dan keberlanjutan industri.

Sebelumnya, Kementerian ESDM memangkas RKAB produksi batu bara dan nikel untuk tahun 2026 sebagai langkah menjaga keseimbangan harga. Produksi batu bara dijaga di bawah 600 juta ton, sedangkan nikel dibatasi di angka 250–260 juta ton.*

(oz/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
JMSI Tabagsel dan Bupati Mandailing Natal Gelar Halal Bihalal, Perkuat Hubungan Media-Pemerintah
Purbaya Lepas Wewenang Publikasi Kebijakan Batu Bara, Bahlil yang Akan Umumkan
Bahlil Pastikan Harga BBM Tetap Stabil Meski Konflik Timur Tengah Memanas
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia: Presiden Prabowo Perintahkan Segera Cari Pasokan Minyak dari Seluruh Negara
Meski Negara Lain Umumkan Darurat Energi, Bahlil Klaim Cadangan Minyak RI Cukup 21–28 Hari
Kuasa Hukum Rahmadi Desak Iptu VTG Transparan dalam Kasus Raibnya Uang Rp11,2 Juta
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru