Bahlil juga mengungkapkan bahwa kebijakan subsidi BBM akan tetap mengutamakan kelompok masyarakat yang berhak.
Pemerintah akan memastikan agar mereka yang tergolong dalam golongan yang membutuhkan tetap bisa mengakses BBM dengan harga yang terjangkau.
"Fokus utama kami adalah melindungi masyarakat yang berhak menerima subsidi. Kami akan memastikan proses komunikasi internasional berjalan lancar dan memberikan keputusan yang tepat waktu," ujar Bahlil.
Sementara itu, Bahlil juga menegaskan bahwa harga BBM non-subsidi, yang digunakan oleh sektor industri, akan tetap mengikuti fluktuasi pasar sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Pemerintah menilai bahwa kelompok masyarakat yang mampu tidak seharusnya menjadi tanggungan negara dalam hal konsumsi BBM.
"BBM yang digunakan oleh industri seperti bensin RON 95 dan RON 98, itu seharusnya digunakan oleh kelompok yang mampu. Tugas negara bukan untuk menanggung konsumsi bahan bakar bagi orang-orang yang mampu," pungkas Bahlil.
Kenaikan harga minyak dunia akibat ketegangan geopolitik juga memberi tekanan besar bagi banyak negara.
Namun, Bahlil menegaskan bahwa Indonesia akan terus berusaha menjaga stabilitas harga energi dalam negeri agar tidak memberikan dampak buruk pada ekonomi masyarakat, terutama yang berada di kelas menengah ke bawah.
Dalam waktu dekat, pemerintah akan terus memantau perkembangan harga minyak dunia dan akan mengambil kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.*