Bukan Soal Emas 74 Kg! Kubu Febrie Adriansyah Ungkap Fokus Utama di Praperadilan
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
JAKARTA - Kunjungan resmi Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Republik Korea menghasilkan capaian luar biasa dengan tercapainya komitmen kerja sama bisnis yang mencapai USD 33,89 miliar atau setara dengan Rp575 triliun.
Angka ini mencerminkan kepercayaan investor global terhadap kebijakan ekonomi Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, yang berfokus pada penguatan sektor industri dan energi serta pembangunan strategis nasional.
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, dalam keterangan tertulisnya pada Kamis, 2 April 2026, menjelaskan bahwa rincian kesepakatan bisnis yang tercapai meliputi USD 23,63 miliar dari Jepang dan USD 10,26 miliar dari Republik Korea.Baca Juga:
Komitmen bisnis yang dihasilkan dari kedua negara ini diperkirakan akan memberikan dampak positif yang besar bagi ekonomi Indonesia, terutama dalam hal hilirisasi industri dan ketahanan energi.
"Total komitmen bisnis yang tercatat mencapai USD 33,89 miliar, yang merupakan angka signifikan dan menunjukkan tingginya minat serta kepercayaan investor terhadap arah kebijakan ekonomi Indonesia," ujar Teddy Indra Wijaya.
Lebih lanjut, Seskab Teddy menegaskan bahwa Presiden Prabowo bukan hanya hadir sebagai simbol, tetapi terlibat langsung dalam dialog dengan para pelaku usaha.
Hal ini, menurutnya, menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi terwujudnya kesepakatan bisnis tersebut. Presiden Prabowo dikenal aktif mendengarkan serta memberikan respons cepat terhadap berbagai masukan dari dunia usaha.
"Bapak Presiden tidak hanya hadir secara simbolik, tetapi juga memberikan solusi dan arahan langsung, yang membuat para investor semakin yakin untuk menanamkan modalnya di Indonesia," tambahnya.
Seskab juga menegaskan bahwa pemerintah akan mengawal seluruh komitmen bisnis yang telah tercapai ini agar dapat segera direalisasikan, sehingga memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Dengan nilai kesepakatan yang begitu besar, Indonesia semakin diperhitungkan sebagai mitra penting di Asia, terutama dalam sektor-sektor strategis yang akan membawa perubahan signifikan bagi perekonomian tanah air.*
(ad)
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
JAKARTA Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyiapkan 5.000 aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Kehutanan untuk diperbantukan
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP I Wayan Sudirta mengecam praktik pembakaran hutan dan lahan yang diduga dilakukan untu
NASIONAL
BENER MERIAH Ribuan warga Kabupaten Bener Meriah, Aceh, mengikuti Apel Kebangsaan Indonesia Damai di Gedung Olahraga dan Seni (GORS) Desa
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan program pendampingan peningkatan produktivitas bagi 20 perusahaan mulai Septembe
NASIONAL
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kemarau yang berpotensi semakin keri
NASIONAL
JAKARTA Universitas Paramadina mempertemukan akademisi, pendidik, praktisi, pembuat kebijakan dan mahasiswa dari Indonesia, Inggris serta
PENDIDIKAN
JAKARTA Pakar kebijakan publik Bonatua Silalahi menempuh jalur sengketa informasi di Komisi Informasi Pusat (KIP) setelah pengaduannya ter
NASIONAL
MEDAN Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menindaklanjuti kasus dugaan kekerasan terhadap dua anak di Sidikalang, Kabupate
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah mengklaim menemukan 40 kete
NASIONAL