Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JK juga memberikan contoh bahwa kenaikan harga BBM dapat mengurangi konsumsi energi, yang pada gilirannya akan berdampak positif pada penghematan energi nasional.
"Jika harga naik, orang akan mengurangi pemakaian BBM. Itu lebih efektif daripada kebijakan lainnya yang hanya mengandalkan WFH," imbuhnya.
Sebagai contoh, JK menyinggung kebijakan kerja dari rumah (work from home/WFH) yang diterapkan pemerintah selama pandemi.
Meskipun WFH berkontribusi pada penghematan BBM, JK menganggapnya memiliki efek samping yang signifikan terhadap produktivitas ekonomi.
"WFH memang menghemat BBM, tapi efeknya adalah produktivitas menurun. Layanan publik terganggu, dan sektor bisnis terhambat. Itu biaya yang besar bagi negara," ujar JK.
Menurut JK, solusi yang lebih efektif adalah menaikkan harga BBM, yang secara alami akan menekan konsumsi energi dan mendorong masyarakat untuk lebih efisien dalam penggunaan bahan bakar.
"Seperti yang kita lakukan di tahun 2005 dan 2006, cara paling efektif adalah menaikkan harga BBM. Dengan begitu, konsumsi BBM akan berkurang dengan sendirinya," tambah JK.
Ia menekankan bahwa kebijakan ini, meskipun dapat menimbulkan ketidaknyamanan di awal, pada akhirnya akan memberikan manfaat jangka panjang bagi kestabilan ekonomi Indonesia.
Usulan Jusuf Kalla mengenai kenaikan harga BBM menyoroti pentingnya kebijakan fiskal yang hati-hati untuk menjaga keseimbangan anggaran negara.
Meskipun terdapat potensi protes, penjelasan yang transparan kepada publik dan langkah-langkah yang tepat dalam mengurangi subsidi dapat membantu negara menghindari krisis ekonomi yang lebih besar di masa depan.*
(tm/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.