BREAKING NEWS
Selasa, 07 April 2026

Rupiah Melemah ke Rp17.072/US$, Harga Minyak dan Risiko Konflik Iran Tekan Pasar Asia

Adelia Syafitri - Selasa, 07 April 2026 09:53 WIB
Rupiah Melemah ke Rp17.072/US$, Harga Minyak dan Risiko Konflik Iran Tekan Pasar Asia
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Nilai tukar rupiah kembali melemah pada perdagangan Selasa (7/4/2026), terdorong sentimen harga minyak tinggi dan risiko geopolitik Timur Tengah.

Rupiah dibuka di level Rp17.050/US$, kemudian terdepresiasi lebih dalam ke Rp17.072/US$ pada perdagangan pagi ini.

Indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama bertahan di angka 100, sementara harga minyak Brent stabil di US$109 per barel dan West Texas Intermediate (WTI) berada di US$113 per barel.

Baca Juga:

Kenaikan harga minyak ini menekan sejumlah mata uang Asia.

Di kawasan, mayoritas mata uang bergerak melemah.

Baht Thailand memimpin pelemahan dengan turun 0,29%, disusul won Korea Selatan 0,26%, ringgit Malaysia 0,24%, peso Filipina 0,24%, dan rupiah 0,2%.

Hanya dolar Taiwan, yuan China, dan dolar Hong Kong yang sedikit menguat, masing-masing 0,05%, 0,03%, dan 0,01%.

Kenaikan harga minyak tak lepas dari eskalasi konflik AS-Iran.

Presiden AS Donald Trump mengancam akan menghancurkan infrastruktur penting Iran jika tuntutannya tidak dipenuhi sebelum tenggat Selasa (7/4/2026) waktu setempat.

Sementara itu, Iran memperingatkan bakal menyerang infrastruktur energi di Teluk Persia jika diserang.

Robert Rennie, Kepala Riset Komoditas di Westpac Banking Corp, memperingatkan, "Jika konflik meningkat, harga minyak bisa melambung di atas US$110 hingga US$120 per barel. Namun, jika tenggat diperpanjang, harga kemungkinan stabil di kisaran US$95–US$110."

Dari dalam negeri, sentimen fiskal juga menekan rupiah.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan defisit APBN sampai Maret 2026 mencapai Rp240,1 triliun atau 0,93% terhadap PDB, lebih tinggi dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp99,8 triliun (0,41% PDB).

Pemerintah menetapkan batas atas defisit APBN 2026 sebesar 2,68% terhadap PDB.

Kondisi ini membuat pasar menahan risiko, dengan investor mencermati pergerakan harga minyak dan perkembangan diplomasi AS-Iran yang masih penuh ketidakpastian.*


(bb/ad)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
IHSG Dibuka Menguat di 7.009! Saham Big Caps Tembus Zona Hijau
Harga Emas Antam Naik Rp19.000/Gram! Buyback Ikut Menguat Hari Ini
Medan Siapkan Rusun untuk Warga Pinggiran Sungai, Wakil Wali Kota Zakiyuddin: Hunian Layak sekaligus Atasi Banjir
Waketum Golkar Buka Suara soal Isu Reshuffle, Serahkan ke Prabowo
Bahlil Buka Peluang Impor Minyak dari Rusia, Demi BBM Aman
Atasi Banjir dan Kumuh, Pemko Medan Dorong Pembangunan Rusun
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru