Bukan Soal Emas 74 Kg! Kubu Febrie Adriansyah Ungkap Fokus Utama di Praperadilan
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
JAKARTA – Nilai tukar rupiah kembali melemah pada perdagangan Selasa (7/4/2026), terdorong sentimen harga minyak tinggi dan risiko geopolitik Timur Tengah.
Rupiah dibuka di level Rp17.050/US$, kemudian terdepresiasi lebih dalam ke Rp17.072/US$ pada perdagangan pagi ini.
Indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama bertahan di angka 100, sementara harga minyak Brent stabil di US$109 per barel dan West Texas Intermediate (WTI) berada di US$113 per barel.Baca Juga:
Kenaikan harga minyak ini menekan sejumlah mata uang Asia.
Di kawasan, mayoritas mata uang bergerak melemah.
Baht Thailand memimpin pelemahan dengan turun 0,29%, disusul won Korea Selatan 0,26%, ringgit Malaysia 0,24%, peso Filipina 0,24%, dan rupiah 0,2%.
Hanya dolar Taiwan, yuan China, dan dolar Hong Kong yang sedikit menguat, masing-masing 0,05%, 0,03%, dan 0,01%.
Kenaikan harga minyak tak lepas dari eskalasi konflik AS-Iran.
Presiden AS Donald Trump mengancam akan menghancurkan infrastruktur penting Iran jika tuntutannya tidak dipenuhi sebelum tenggat Selasa (7/4/2026) waktu setempat.
Sementara itu, Iran memperingatkan bakal menyerang infrastruktur energi di Teluk Persia jika diserang.
Robert Rennie, Kepala Riset Komoditas di Westpac Banking Corp, memperingatkan, "Jika konflik meningkat, harga minyak bisa melambung di atas US$110 hingga US$120 per barel. Namun, jika tenggat diperpanjang, harga kemungkinan stabil di kisaran US$95–US$110."
Dari dalam negeri, sentimen fiskal juga menekan rupiah.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan defisit APBN sampai Maret 2026 mencapai Rp240,1 triliun atau 0,93% terhadap PDB, lebih tinggi dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp99,8 triliun (0,41% PDB).
Pemerintah menetapkan batas atas defisit APBN 2026 sebesar 2,68% terhadap PDB.
Kondisi ini membuat pasar menahan risiko, dengan investor mencermati pergerakan harga minyak dan perkembangan diplomasi AS-Iran yang masih penuh ketidakpastian.*
(bb/ad)
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
JAKARTA Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyiapkan 5.000 aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Kehutanan untuk diperbantukan
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP I Wayan Sudirta mengecam praktik pembakaran hutan dan lahan yang diduga dilakukan untu
NASIONAL
BENER MERIAH Ribuan warga Kabupaten Bener Meriah, Aceh, mengikuti Apel Kebangsaan Indonesia Damai di Gedung Olahraga dan Seni (GORS) Desa
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan program pendampingan peningkatan produktivitas bagi 20 perusahaan mulai Septembe
NASIONAL
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kemarau yang berpotensi semakin keri
NASIONAL
JAKARTA Universitas Paramadina mempertemukan akademisi, pendidik, praktisi, pembuat kebijakan dan mahasiswa dari Indonesia, Inggris serta
PENDIDIKAN
JAKARTA Pakar kebijakan publik Bonatua Silalahi menempuh jalur sengketa informasi di Komisi Informasi Pusat (KIP) setelah pengaduannya ter
NASIONAL
MEDAN Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menindaklanjuti kasus dugaan kekerasan terhadap dua anak di Sidikalang, Kabupate
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah mengklaim menemukan 40 kete
NASIONAL