Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan Selasa, 21 April 2026, di zona merah.
Pada pukul 09.01 WIB, indeks tercatat melemah 33,82 poin atau 0,45 persen ke level 7.560.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), aktivitas perdagangan pagi ini mencatat volume 3,76 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp1,34 triliun.
Baca Juga:
Frekuensi transaksi mencapai 199.864 kali. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, 206 saham menguat, 295 saham melemah, dan 189 saham stagnan.
Analis BRI Danareksa Sekuritas menilai tekanan pasar masih dipengaruhi ketidakpastian geopolitik, terutama dinamika konflik antara Iran dan Amerika Serikat.
Situasi tersebut diperburuk oleh kabar penolakan Iran terhadap negosiasi serta langkah Presiden AS Donald Trump yang mengirim delegasi ke Pakistan.
Di sisi lain, secara teknikal IHSG dinilai masih menghadapi resistensi kuat di level 7.700.
Selama indeks belum mampu menembus area tersebut, pergerakan diperkirakan cenderung terbatas dan berpotensi menguji kembali area gap di kisaran 7.500.
"Pasar juga akan mencermati hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang diproyeksikan tetap pada 4,75 persen dengan fokus pada inflasi dan stabilisasi rupiah," tulis BRI Danareksa dalam risetnya.
Untuk perdagangan hari ini, BRI Danareksa merekomendasikan sejumlah saham, antara lain EMAS, BAPA, dan BUKA.
Sementara itu, Phintraco Sekuritas menyoroti keputusan MSCI yang kembali membekukan proses rebalancing indeks saham Indonesia untuk periode Mei 2026. K
ebijakan ini diambil meskipun regulator telah melakukan sejumlah reformasi pasar modal.
MSCI masih mengevaluasi konsistensi kebijakan, termasuk transparansi data kepemilikan saham serta rencana kenaikan batas free float menjadi 15 persen.
Dampaknya, tidak ada penambahan saham Indonesia dalam MSCI IMI, serta tidak terjadi perubahan Foreign Inclusion Factor maupun klasifikasi kapitalisasi saham.
"MSCI masih membutuhkan waktu untuk memastikan efektivitas implementasi kebijakan sebelum normalisasi rebalancing dilakukan," tulis Phintraco Sekuritas.
Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak sideways di kisaran 7.500–7.700, dengan potensi koreksi jika menembus level 7.500.
Adapun saham pilihan Phintraco meliputi IMPC, BRMS, TAPG, SMDR, dan DSNG.
Dari sisi lain, CGS International Sekuritas Indonesia menilai tekanan bursa global, terutama Wall Street yang melemah akibat ketidakpastian geopolitik, turut membebani pasar domestik.
Namun, kenaikan harga sejumlah komoditas dinilai dapat menjadi penopang IHSG.
IHSG diperkirakan bergerak variatif dengan kecenderungan melemah di rentang support 7.535–7.590 dan resistance 7.705–7.760.
Saham pilihan CGS meliputi EMAS, ASII, PTBA, ADRO, TINS, dan AADI.
Sementara Panin Sekuritas memproyeksikan IHSG masih berpotensi melemah akibat tingginya tensi geopolitik, harga minyak yang tinggi, serta tekanan nilai tukar rupiah.*
(bb/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.