Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA — Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkap penyebab kenaikan harga minyak goreng di pasaran. Salah satu faktor utamanya adalah lonjakan harga plastik sebagai bahan kemasan.
Menurut Budi, kenaikan harga plastik terjadi akibat terganggunya pasokan bahan baku berupa biji plastik.
"Memang salah satu imbas kenaikan minyak goreng itu karena harga plastik," ujar Budi di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Selasa (21/4/2026).
Baca Juga:
Meski harga mengalami kenaikan, Budi memastikan ketersediaan minyak goreng di dalam negeri masih aman dan tidak mengalami kelangkaan.
Ia mengatakan pemerintah telah berkoordinasi dengan produsen untuk memastikan pasokan tetap terjaga.
"Stok barang ada, nggak ada masalah. Yang jadi faktor itu dari kemasan plastiknya," jelasnya.
Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), harga minyak goreng kemasan premium saat ini berada di kisaran Rp21.796 per liter, naik sekitar 2,39 persen dibandingkan sebulan sebelumnya.
Kenaikan juga terjadi pada minyak goreng curah yang kini berada di kisaran Rp19.473 per liter, atau naik 2,62 persen. Sementara itu, minyak goreng rakyat merek Minyakita tercatat naik tipis menjadi Rp15.942 per liter.
Pemerintah, kata Budi, tengah berupaya mengatasi persoalan dari sisi hulu, khususnya pasokan bahan baku plastik.
Beberapa negara seperti India, Amerika Serikat, dan kawasan Afrika disebut menjadi alternatif pemasok nafta sebagai bahan baku biji plastik.
"Dari hulunya yang harus kita selesaikan, karena kemasan rata-rata dari plastik semua," ujarnya.
Di sisi lain, Budi menegaskan pemerintah belum berencana menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk Minyakita yang saat ini ditetapkan Rp15.700 per liter di tingkat konsumen.*
(d/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.