Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA — Pemerintah mulai mendorong pemanfaatan produk makanan siap saji atau Ready to Eat (RTE) buatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.
Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas, yang menyebut produk UMKM kini mulai mampu masuk ke pasar ekspor meski masih menghadapi sejumlah tantangan teknis.
"Nah itu sudah mulai berkembang UMKM kita bisa ekspor ya, walaupun kadang-kadang masih ada kendala di sini satu dua, belum sempurna tetapi sudah jauh lebih maju dibandingkan sebelum-sebelumnya," ujar Zulhas, Selasa (21/4/2026).
Baca Juga:
Ia menjelaskan, selain makanan siap saji, produk bumbu instan dari Indonesia juga mulai dikirim untuk mendukung penyajian makanan bagi jemaah haji di Tanah Suci.
Menurut Zulhas, langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan penggunaan produk dalam negeri dalam layanan konsumsi haji sekaligus membuka peluang pasar internasional bagi UMKM.
"Kami berusaha keras, memang tidak mudah, agar haji itu paket dengan makan yang dari Indonesia," katanya.
Sementara itu, Menteri Haji Irfan Yusuf memastikan persiapan penyelenggaraan haji 2026 berjalan lancar. Ia menyebut kloter pertama jemaah akan diberangkatkan dalam waktu dekat setelah masuk asrama haji.
"Alhamdulillah semua sudah jalan lancar. Hari ini sudah ada yang masuk asrama haji. Besok atau dini hari nanti sebagian akan sudah berangkat kloter pertama," ujarnya.
Terkait katering, pemerintah memastikan tidak ada perubahan harga meski terdapat dinamika geopolitik global. Pihak penyedia layanan juga disebut tidak mengajukan kenaikan biaya.
Meski demikian, pemerintah mengakui adanya fluktuasi harga di pasar lokal Arab Saudi, namun diharapkan tidak mempengaruhi kualitas layanan makanan bagi jemaah.
Langkah integrasi UMKM dalam ekosistem layanan haji ini diharapkan tidak hanya memperkuat kemandirian pangan nasional, tetapi juga meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.*
(dw/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.