BREAKING NEWS
Senin, 15 Juni 2026

Rupiah Tembus Rp17.251 per Dolar AS, Terlemah Sepanjang Sejarah!

Adelia Syafitri - Kamis, 23 April 2026 09:33 WIB
Rupiah Tembus Rp17.251 per Dolar AS, Terlemah Sepanjang Sejarah!
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Indeks Nikkei Jepang turun 0,53 persen, Topix melemah 0,89 persen, KOSDAQ Korea Selatan turun 0,19 persen, Hang Seng Hong Kong melemah 0,85 persen, dan FTSE Straits Times Singapura turun 0,83 persen.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia hanya turun tipis 0,03 persen.

Di pasar obligasi, aksi jual masih berlanjut dengan kenaikan imbal hasil di hampir seluruh tenor.

Obligasi tenor 10 tahun naik menjadi 6,61 persen, sementara tenor 5 tahun dan 3 tahun juga mengalami kenaikan terbatas.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) menyatakan akan terus mengoptimalkan instrumen operasi moneter untuk meredam tekanan nilai tukar, termasuk intervensi di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) offshore.

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan bank sentral juga memberi ruang bagi bank untuk melakukan transaksi NDF secara langsung melalui dealer utama guna menjaga stabilitas rupiah.

Selain itu, BI memperkuat penggunaan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebagai instrumen penyerapan likuiditas.

Imbal hasil SRBI tenor 12 bulan tercatat naik ke 5,76 persen, level tertinggi sejak Juli tahun lalu, yang dinilai masih menarik bagi investor asing.*


(bb/ad)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Harga Emas Antam Ambruk Lagi! Kini Rp 2,8 Juta per Gram, Saatnya Beli atau Jual?
Stigma Kanibalisme di Sumatra Utara Diduga Dibentuk Demi Kepentingan Dagang, Ini Penjelasannya
HIMMAH dan ISARAH Batu Bara Tolak Isu Provokatif, Ajak Masyarakat Jaga Stabilitas dan Iklim Investasi
Palsukan Dokumen untuk Cairkan Asuransi Rp490 Juta, Ngadinah Dituntut 1 Tahun Penjara di PN Medan
IHSG Terkoreksi ke Level 7.541, Transaksi Capai Rp17,9 Triliun di Tengah Variasi Pergerakan Saham
Purbaya Soroti Proyek Infrastruktur Tak Termonitor, Singgung Whoosh hingga LRT
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru