BREAKING NEWS
Kamis, 23 April 2026

Rosan Roeslani Ungkap Solusi Utang Whoosh Sudah Siap, Pemerintah Segera Negosiasi dengan China

Adam - Kamis, 23 April 2026 17:09 WIB
Rosan Roeslani Ungkap Solusi Utang Whoosh Sudah Siap, Pemerintah Segera Negosiasi dengan China
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani. (Foto: setneg)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, memastikan pemerintah telah menyiapkan solusi terkait utang proyek kereta cepat Whoosh. Langkah selanjutnya, pemerintah akan segera melakukan negosiasi dengan pihak China.

Rosan menyebut, solusi penyelesaian utang tersebut telah dibahas dalam rapat bersama sejumlah pejabat terkait, termasuk menteri koordinator dan menteri keuangan. Namun, ia belum membeberkan secara rinci skema yang akan digunakan.

"Solusinya sudah ada dan akan ditindaklanjuti oleh tim untuk berbicara dengan pihak China. Insyaallah bisa selesai," ujar Rosan saat ditemui di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Kamis (23/4/2026).

Baca Juga:

Diketahui, proyek kereta cepat Jakarta–Bandung tersebut menelan biaya hingga 7,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp124 triliun. Angka ini mencakup pembengkakan biaya (cost overrun) sebesar 1,21 miliar dolar AS dari investasi awal.

Sebagian besar pendanaan proyek ini berasal dari pinjaman luar negeri, termasuk dari lembaga keuangan China dengan porsi mencapai sekitar 75 persen. Kondisi ini membuat beban utang menjadi salah satu tantangan utama dalam operasional proyek.

Selain itu, perusahaan operator proyek, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), juga harus menanggung beban bunga utang yang diperkirakan mencapai sekitar Rp2 triliun per tahun. Hal ini turut memengaruhi kinerja keuangan perusahaan.

Pengamat BUMN menilai, tingginya biaya investasi dan belum optimalnya jumlah penumpang menjadi faktor yang menekan pendapatan proyek. Pada semester I 2025, KCIC masih mencatatkan kerugian meski mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Pemerintah berharap, melalui negosiasi yang akan dilakukan dengan pihak China, solusi yang diambil dapat meringankan beban utang sekaligus menjaga keberlanjutan operasional proyek strategis nasional tersebut.*

(in/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Khalid Basalamah Penuhi Panggilan KPK, Diperiksa soal Dugaan Korupsi Kuota Haji
Hadapi El Nino Ekstrem, Stok Beras Nasional Dipastikan Aman hingga 15 Bulan
Terbukti Bersalah, Ammar Zoni Divonis 7 Tahun dan Denda Rp1 Miliar
Musrenbang Aceh 2027: Gubernur Mualem Soroti Lambatnya Pemulihan Pascabencana, Sebut Aceh Butuh Anggaran Rp40 Triliun
PAN Usul RUU Pemilu Diambil Alih Pemerintah, Hindari Tarik Ulur Parpol
Bupati Batu Bara Hadiri Pembukaan Musrenbang RKPD Sumatera Utara Tahun 2027
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru