Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA– Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 tercatat mencapai 5,61 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Capaian ini dinilai menjadi sinyal positif bahwa ekonomi nasional mulai keluar dari stagnasi di kisaran 5 persen dalam beberapa tahun terakhir.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut angka tersebut sebagai pencapaian penting di tengah tekanan ekonomi global yang masih berlangsung.
"Jadi jelas kita sudah bisa terlepas dari kutukan pertumbuhan 5 persen," ujar Purbaya di Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Baca Juga:
Ia mengaku sempat merasa tegang menjelang rilis resmi data dari Badan Pusat Statistik (BPS). Namun, hasil yang melampaui ekspektasi membuatnya lega.
"Kabar gembira ternyata. Kalau target tercapai, saya jadi tidak stres lagi," katanya.
Berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi pada periode ini didorong oleh peningkatan belanja pemerintah serta Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB). Meski demikian, konsumsi rumah tangga tetap menjadi kontributor utama terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dengan porsi sebesar 54,36 persen.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, pertumbuhan tertinggi justru berasal dari komponen pengeluaran pemerintah yang melonjak signifikan.
"Komponen dengan pertumbuhan tertinggi adalah konsumsi pemerintah sebesar 21,81 persen, didorong oleh pembayaran THR, belanja barang, dan jasa kepada masyarakat," jelasnya.
Ia menambahkan, peningkatan belanja pemerintah tersebut turut dipengaruhi oleh realisasi gaji ke-14 (THR) serta pelaksanaan sejumlah program sosial, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dengan capaian ini, pemerintah optimistis tren pertumbuhan ekonomi akan terus berlanjut seiring meningkatnya belanja negara dan konsumsi masyarakat.*
(in/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.