BREAKING NEWS
Rabu, 13 Mei 2026

BGN Bongkar Penyebab Ratusan Siswa di Anambas Keracunan MBG: Ada Boraks dan Bakteri E. Coli!

Dharma - Selasa, 05 Mei 2026 10:56 WIB
BGN Bongkar Penyebab Ratusan Siswa di Anambas Keracunan MBG: Ada Boraks dan Bakteri E. Coli!
Menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dikonsumsi siswa di Anambas sebelum diduga menyebabkan keracunan massal. (foto: dok Dinkes)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap hasil investigasi terkait kasus keracunan massal yang menimpa ratusan siswa di Air Asuk, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, usai menyantap program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hasil pemeriksaan menemukan kandungan boraks hingga kontaminasi bakteri berbahaya dalam makanan yang dikonsumsi para siswa.

Ketua Tim Investigasi BGN Arie Karimah Muhammad mengatakan temuan tersebut diperoleh melalui dua tahapan pemeriksaan, yakni uji cepat oleh Dinas Kesehatan setempat dan pengujian lanjutan di laboratorium Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Baca Juga:

"Hasil rapid test menunjukkan adanya kandungan boraks pada menu telur kecap, tempe goreng, dan tumis sayuran, dengan kadar berkisar antara 100 hingga 5.000 mg/L," kata Arie, Minggu, 3 Mei 2026.

Menurut Arie, penggunaan boraks dalam makanan tersebut seharusnya tidak terjadi karena bahan seperti telur, tempe, dan sayuran tidak memerlukan tambahan bahan pengawet kimia.

Ia menilai temuan itu menjadi perhatian serius lantaran berpotensi membahayakan kesehatan para siswa yang mengonsumsi makanan tersebut.

Selain kandungan boraks, hasil uji laboratorium juga menemukan adanya kontaminasi bakteri berbahaya, yakni Escherichia coli (E. coli) dan Bacillus cereus, yang dapat memicu gangguan pencernaan hingga keracunan makanan.

Kasus keracunan massal ini sebelumnya terjadi pada Rabu, 16 April 2026.

Ratusan siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD hingga SMP di Kabupaten Kepulauan Anambas dilaporkan mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi makanan dari program MBG.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Anambas, Feri Oktavia, mengatakan para korban berasal dari sejumlah sekolah berbeda.

"Bukan dari satu sekolah saja, tapi dari beberapa sekolah berbeda. Makanannya berasal dari satu SPPG," ujar Feri.

Tak hanya siswa, sejumlah orang tua murid juga dilaporkan mengalami gejala serupa setelah ikut mengonsumsi makanan yang dibawa pulang anak mereka.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Miris! Siswa SMK di Samarinda Meninggal Diduga Karena Sepatu Kekecilan, DPR Buka Suara
Sekda Aceh Temui Mahasiswa Demo Pergub JKA, Tegaskan Hak Warga Miskin Tetap Terjamin
Menhub Minta Publik Sabar Tunggu Hasil Investigasi KNKT soal Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo di Bekasi
Sempat Dikabarkan Ambruk, Purbaya Yudhi Sadewa Klarifikasi Hanya Jalani Pemeriksaan Rutin
Forum Terbuka JKA, Mahasiswa dan OKP Desak Pemerintah Aceh Revisi Pergub agar Lebih Tepat Sasaran dan Pro-Masyarakat
Fakta Mengejutkan di Balik Pembunuhan Sadis Lansia Pekanbaru, Motif Dendam Terungkap!
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru