Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi meminta masyarakat untuk menunggu hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait kecelakaan antara Kereta Rel Listrik (KRL) dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur yang terjadi pada 27 April 2026.
Menhub menegaskan bahwa proses investigasi yang dilakukan KNKT masih berlangsung dan dilakukan secara menyeluruh, objektif, serta berbasis data lapangan dan analisis teknis.
"Proses investigasi KNKT dilakukan secara menyeluruh, objektif, dengan mengumpulkan fakta dan informasi di lapangan," kata Dudy dalam keterangan tertulis, Senin (4/5/2026).
Baca Juga:
Ia mengimbau seluruh pihak agar menghormati proses investigasi tersebut dan menunggu hasil resmi sebelum menarik kesimpulan terkait penyebab kecelakaan.
"Marilah kita sama-sama hormati proses tersebut dan tunggu hasil investigasi untuk mengetahui secara pasti penyebab terjadinya kecelakaan," ujarnya.
Menhub menyebut KNKT saat ini masih melakukan berbagai tahapan investigasi, termasuk simulasi sistem persinyalan kereta api yang diduga berkaitan dengan insiden tersebut. Simulasi dilakukan untuk menguji kemungkinan gangguan teknis saat kejadian berlangsung.
Selain itu, KNKT juga masih mengumpulkan data tambahan guna memperkuat analisis penyebab kecelakaan yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek tersebut.
Pemerintah, kata Menhub, berkomitmen untuk menindaklanjuti hasil investigasi KNKT guna meningkatkan standar keselamatan transportasi perkeretaapian di Indonesia.
Diketahui, kecelakaan yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur tersebut menyebabkan 16 orang meninggal dunia serta sejumlah penumpang lainnya mengalami luka-luka. Insiden itu juga menimbulkan kepanikan di lokasi kejadian akibat kerasnya benturan antara dua rangkaian kereta.*
(k/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.