Enam Tahun Buron! Harun Masiku Belum Juga Ditemukan, KPK Buka Suara
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan bahwa upaya pencarian terhadap buronan kasus dugaan suap Harun Masiku masih terus
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA — Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap hasil investigasi terkait kasus keracunan massal yang menimpa ratusan siswa di Air Asuk, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, usai menyantap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hasil pemeriksaan menemukan kandungan boraks hingga kontaminasi bakteri berbahaya dalam makanan yang dikonsumsi para siswa.
Ketua Tim Investigasi BGN Arie Karimah Muhammad mengatakan temuan tersebut diperoleh melalui dua tahapan pemeriksaan, yakni uji cepat oleh Dinas Kesehatan setempat dan pengujian lanjutan di laboratorium Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).Baca Juga:
"Hasil rapid test menunjukkan adanya kandungan boraks pada menu telur kecap, tempe goreng, dan tumis sayuran, dengan kadar berkisar antara 100 hingga 5.000 mg/L," kata Arie, Minggu, 3 Mei 2026.
Menurut Arie, penggunaan boraks dalam makanan tersebut seharusnya tidak terjadi karena bahan seperti telur, tempe, dan sayuran tidak memerlukan tambahan bahan pengawet kimia.
Ia menilai temuan itu menjadi perhatian serius lantaran berpotensi membahayakan kesehatan para siswa yang mengonsumsi makanan tersebut.
Selain kandungan boraks, hasil uji laboratorium juga menemukan adanya kontaminasi bakteri berbahaya, yakni Escherichia coli (E. coli) dan Bacillus cereus, yang dapat memicu gangguan pencernaan hingga keracunan makanan.
Kasus keracunan massal ini sebelumnya terjadi pada Rabu, 16 April 2026.
Ratusan siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD hingga SMP di Kabupaten Kepulauan Anambas dilaporkan mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi makanan dari program MBG.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Anambas, Feri Oktavia, mengatakan para korban berasal dari sejumlah sekolah berbeda.
"Bukan dari satu sekolah saja, tapi dari beberapa sekolah berbeda. Makanannya berasal dari satu SPPG," ujar Feri.
Tak hanya siswa, sejumlah orang tua murid juga dilaporkan mengalami gejala serupa setelah ikut mengonsumsi makanan yang dibawa pulang anak mereka.
"Ada juga orang tua yang ikut keracunan karena makan jatah anak atau cucunya yang dibawa pulang," kata dia.
Pemerintah daerah bersama otoritas kesehatan masih melakukan pendalaman terkait dugaan kelalaian dalam proses produksi dan distribusi makanan dalam program MBG tersebut.
Kasus ini memicu sorotan publik terhadap pengawasan kualitas makanan dalam program nasional Makan Bergizi Gratis yang ditujukan untuk meningkatkan gizi anak-anak sekolah.*
(d/ad)
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan bahwa upaya pencarian terhadap buronan kasus dugaan suap Harun Masiku masih terus
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan proses ekstradisi tersangka kasus korupsi eKTP, Paulus Tannos, masih terus berjal
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyerahkan hasil kajian terkait tata kelola program prioritas pemerintah Makan Bergizi
HUKUM DAN KRIMINAL
BEKASI Seorang sopir mobil operasional berstiker Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Wawan Supandi (56), ditangkap polisi setelah me
HUKUM DAN KRIMINAL
CIBINONG Mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri, Ferdy Sambo, dikabarkan tengah mengikuti program pendidikan m
HUKUM DAN KRIMINAL
ASAHAN Satuan Reserse Narkoba Polres Asahan menangkap seorang kurir narkoba berinisial SA (36) yang kedapatan membawa 10 kilogram sabu d
HUKUM DAN KRIMINAL
LABUSEL Bupati Labuhanbatu Selatan Fery Sahputra Simatupang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat toleransi dan semangat k
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemulihan infrastruktur di tiga provinsi terdampak bencana hidrometeorologiAceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Baratterus menun
NASIONAL
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mempercepat program peningkatan status Puskesmas menjadi fasilitas rawat inap d
KESEHATAN
TAPTENG Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya menata kembali ekosistem wila
PEMERINTAHAN