Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Di sisi lain, pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait kemungkinan penghentian operasi militer dan pembukaan blokade Selat Hormuz turut memicu volatilitas pasar energi.
Harga minyak dunia tercatat anjlok 7,83 persen ke US$ 101,27 per barel, yang turut menekan ekspektasi inflasi global.
Kondisi ini membuka peluang bank sentral untuk mempertimbangkan pelonggaran suku bunga.
Emas, sebagai aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset), cenderung diuntungkan dalam situasi suku bunga rendah karena meningkatkan daya tarik investasi jangka panjang.*
(bb/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.