Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, saat menerima audiensi jajaran DPP AdNI di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Rabu (6/5/2026). (Foto: Dinas Kominfo Kota Medan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
Hal itu disampaikan Rico Waas saat menerima audiensi jajaran DPP AdNI di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Rabu (6/5/2026). Dalam pertemuan tersebut, ia menilai masih banyak masyarakat yang belum memahami hak-hak hukum yang dimiliki.
"Banyak masyarakat kita yang belum paham. Jika terkena masalah hukum, mereka bingung harus berbuat apa. Padahal setiap warga negara dijamin hak hukumnya sejak lahir," ujar Rico Waas.
Didampingi Kepala Kesbangpol Andi Mario dan Kabag Hukum Setda Kota Medan Junaidi Sanjaya, Rico Waas menyambut baik kehadiran AdNI sebagai wadah baru bagi praktisi hukum. Menurutnya, organisasi advokat memiliki peran penting dalam memperkuat supremasi hukum sekaligus menjembatani kesenjangan pemahaman hukum di masyarakat.
Ia mencontohkan sejumlah persoalan sederhana yang kerap terjadi, seperti pelanggaran aturan membuang sampah sembarangan hingga isu serius terkait perlindungan perempuan dan anak serta eksploitasi anak. Menurutnya, penguatan literasi hukum akan membantu masyarakat hidup lebih tertib dan terlindungi.
"Pemahaman hukum itu penting. Dengan literasi yang baik, masyarakat bisa lebih sadar akan hak dan kewajibannya," katanya.
Rico Waas juga mengapresiasi inisiatif AdNI dalam mendorong edukasi hukum kepada masyarakat. Ia berharap organisasi tersebut terus berkontribusi melalui kegiatan sosial dan penyuluhan yang menyentuh langsung kebutuhan warga.
"Seorang advokat membutuhkan karakter yang kuat. Teruslah berkarya dan berikan hal terbaik bagi masyarakat," tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Rico Waas turut memaparkan sejumlah program unggulan Pemerintah Kota Medan, mulai dari pembenahan infrastruktur jalan dan trotoar, program PKH Medan Makmur, hingga penguatan layanan kesehatan melalui pengembangan puskesmas.
Sementara itu, Ketua Umum DPP AdNI, Eka Putra Zakran, menyampaikan bahwa organisasinya yang berdiri sejak 10 Maret 2025 kini telah memiliki puluhan anggota yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Ia menjelaskan, AdNI mengusung visi menciptakan supremasi hukum yang berkeadilan melalui gerakan profesi dan sosial. Sebagai langkah nyata, AdNI berencana menggelar sejumlah kegiatan bakti sosial pada Juni mendatang, seperti penyuluhan hukum, sunatan massal, operasi bibir sumbing, serta pemeriksaan kesehatan gratis.
"Kami mendukung penuh program Pemko Medan dan siap bersinergi melalui dialog serta pengabdian kepada masyarakat," ujar Eka.