BREAKING NEWS
Jumat, 15 Mei 2026

Menkeu Purbaya Ungkap Rahasia Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen: Daya Beli Masyarakat Kuat

Raman Krisna - Kamis, 14 Mei 2026 21:23 WIB
Menkeu Purbaya Ungkap Rahasia Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen: Daya Beli Masyarakat Kuat
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (foto: Kemenkeu/yt)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61 persen pada triwulan I-2026 menunjukkan daya beli masyarakat masih berada dalam kondisi kuat.

Ia menyebut konsumsi rumah tangga kembali menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional.

"Kontributor terbesar pertumbuhan ekonomi adalah konsumsi rumah tangga. Hal ini menunjukkan bahwa daya beli masyarakat tetap kuat dan tumbuh signifikan," kata Purbaya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (14/5/2026).

Baca Juga:

Purbaya menjelaskan, dalam struktur Produk Domestik Bruto (PDB), kontribusi pertumbuhan ekonomi dihitung berdasarkan besaran pangsa masing-masing komponen.

Dari perhitungan tersebut, konsumsi rumah tangga tercatat sebagai penyumbang terbesar.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), konsumsi rumah tangga menyumbang 2,94 persen terhadap pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2026.

Peningkatan ini didorong oleh naiknya mobilitas masyarakat pada periode libur nasional dan hari besar keagamaan seperti Nyepi dan Idul Fitri.

Selain itu, berbagai kebijakan pemerintah turut menopang konsumsi masyarakat, mulai dari diskon tiket transportasi, penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR), hingga kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia di level 4,75 persen.

Di sisi lain, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi berkontribusi 1,79 persen terhadap pertumbuhan ekonomi, yang ditopang oleh investasi pemerintah dan sektor swasta pada proyek prioritas nasional.

Sementara itu, belanja pemerintah memberikan kontribusi 1,26 persen dengan pertumbuhan mencapai 21,81 persen.

Purbaya menyebut percepatan belanja negara menjadi strategi agar dampak ekonomi tidak menumpuk di akhir tahun.

"Pola belanja pemerintah yang sebelumnya cenderung terkonsentrasi pada akhir tahun kini diarahkan agar terealisasi lebih awal sehingga mampu mendukung aktivitas ekonomi secara lebih optimal," ujarnya.

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
KPK Periksa Dirut PT Catur Elang Perkasa Terkait Investasi PPT Energy Trading
Bobby Nasution Tawarkan Sumut Jadi Gerbang Investasi Indonesia Barat ke Dubes Australia
Jaga Jalur Minyak Dunia, Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Harus Tetap Terbuka
Menkomdigi Ungkap Fakta Mengejutkan: Hampir 200 Ribu Anak Indonesia Terpapar Judol, 80 Ribu di Bawah Usia 10 Tahun
LPEM UI Kritik Angka Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen, Sebut Ada Indikasi “Halusinasi Statistik”
Stella Christie Yakin Lulusan Sekolah Garuda Berpeluang Raih Nobel, Ini Alasan dan Konsep Pendidikannya
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru