BREAKING NEWS
Rabu, 17 Juni 2026

Dolar AS Makin Mahal, Purbaya Minta Masyarakat Tak Khawatirkan Subsidi BBM

Nurul - Senin, 18 Mei 2026 18:14 WIB
Dolar AS Makin Mahal, Purbaya Minta Masyarakat Tak Khawatirkan Subsidi BBM
PPID Kemenkeu klarifikasi berita hoaks tentang Purbaya Yudhi Sadewa terkait mempersilakan investor asing angkat kaki jika tak setuju dengan kebijakan RI. (Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta masyarakat tidak khawatir terhadap kondisi subsidi bahan bakar minyak (BBM) di tengah pelemahan nilai tukar rupiah yang mendekati Rp17.700 per dolar Amerika Serikat (AS).

Purbaya menegaskan pemerintah telah mengantisipasi dampak fluktuasi rupiah dalam perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), termasuk terhadap subsidi energi.

"Waktu kita hitung rupiahnya bukan seperti asumsi APBN yang sebelumnya. Jadi kira-kira begitu," ujar Purbaya kepada wartawan di Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Senin (18/5/2026).

Baca Juga:

Meski demikian, ia tidak menjelaskan secara rinci nilai kurs terbaru yang digunakan pemerintah dalam skenario perencanaan APBN. Menurutnya, hal itu sengaja tidak disampaikan ke publik untuk menghindari spekulasi di pasar keuangan.

"Kalau saya sebut angka nanti bisa jadi spekulasi," katanya.

Purbaya memastikan pemerintah sudah menyiapkan langkah antisipasi sehingga stabilitas ekonomi tetap terjaga meskipun tekanan terhadap nilai tukar rupiah masih berlangsung.

"Tapi sudah kita hitung, jadi enggak usah khawatir," ujarnya.

Ia bahkan menambahkan pernyataan yang menyiratkan keyakinan terhadap kondisi ekonomi nasional.

"Kalau saya senyum ekonominya bagus," kata Purbaya sambil tersenyum.

Berdasarkan data pasar, rupiah tercatat melemah ke level Rp17.668 per dolar AS, sementara kurs JISDOR Bank Indonesia berada di Rp17.666 per dolar AS.

Dalam APBN 2026, pemerintah sebelumnya menetapkan asumsi nilai tukar di level Rp16.500 per dolar AS dengan sejumlah indikator makro lain seperti pertumbuhan ekonomi 5,4 persen dan inflasi 2,5 persen.*

(k/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Purbaya Bantah MBG dan Kopdes Bebani APBN: Fiskal RI Masih Aman
Pengamat Soroti Program MBG Prabowo: Bagus, Tapi Terlalu Dipaksakan
Kecil Kemungkinan Jokowi Terlibat Kasus Chromebook Nadiem Makarim, Ini Alasannya
Bahlil: Harga BBM dan Elpiji Subsidi Dipastikan Tak Naik di Tengah Tekanan Krisis Energi Global
Tanpa Dana Pemerintah, Dari Mana Sumber Dana Pembangunan Museum Marsinah Senilai Rp3,8 Miliar?
Museum Marsinah Dibangun Tanpa APBN, Hasil Iuran Buruh
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru