Realisasi Belanja Pemerintah Tembus Rp826 Triliun hingga April 2026, Ditopang MBG dan Bansos
JAKARTA Kementerian Keuangan mencatat realisasi belanja pemerintah pusat mencapai Rp826 triliun hingga 30 April 2026. Angka tersebut set
EKONOMI
JAKARTA - Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, kembali melontarkan kritik terhadap pemerintah yang dinilainya tidak menunjukkan kepekaan dalam menghadapi kondisi ekonomi saat ini.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, @aniesbaswedan, Rabu (20/5/2026).
Dalam unggahan itu, Anies menyoroti minimnya keteladanan pemerintah di tengah situasi ekonomi yang dinilai penuh tekanan.Baca Juga:
"Keteladanan juga tidak hadir, di saat rakyat diminta berhemat mengencangkan ikat pinggang, pemerintah justru sibuk dengan hal-hal yang bukan prioritas," kata Anies.
Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan adanya ketidakpekaan dalam pengelolaan kebijakan publik.
Menurutnya, di tengah berbagai peringatan yang datang dari banyak pihak, pemerintah justru tidak menunjukkan respons yang memadai.
"Pemborosan di atas, pengetatan di bawah. Ini tampak sebagai ketidakpekaan," ujarnya.
Anies juga menyebut bahwa peringatan mengenai potensi krisis ekonomi telah disampaikan oleh berbagai pihak, mulai dari ekonom dalam negeri, lembaga keuangan internasional, hingga media nasional dan internasional.
Karena itu, ia menilai situasi yang dihadapi tidak bisa dianggap ringan.
"Tidak mungkin mereka semua keliru bersama-sama di saat yang sama. Ini yang dipertaruhkan sudah hajat hidup ratusan juta orang," katanya.
Dalam pernyataannya, Anies juga menyinggung pentingnya kepastian bagi publik dan pasar di tengah ketidakpastian ekonomi.
Ia menilai yang dibutuhkan saat ini bukan ketenangan semu, melainkan transparansi dan kejelasan arah kebijakan.
"Yang dibutuhkan publik dan pasar adalah kepastian. Bukan ketenangan semu atau masalah yang ditutupi dengan gula-gula," ujarnya.
Ia juga menyoroti kondisi ekonomi yang menurutnya sedang tidak baik-baik saja, dengan sejumlah indikator seperti pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan harga, hingga menurunnya daya beli masyarakat.
"Rupiah jatuh ke titik terendah sepanjang sejarah, harga-harga naik, kesempatan kerja menyempit, daya beli rumah tangga melemah," kata Anies.
Selain itu, ia menyinggung faktor eksternal seperti ketegangan geopolitik global dan ancaman cuaca ekstrem yang dapat memperburuk situasi ekonomi.
Meski demikian, Anies menegaskan bahwa dirinya tidak mengajak masyarakat untuk pesimis. Ia mendorong agar tantangan yang ada dihadapi dengan keseriusan dan keterbukaan.
"Kita pasti bisa, tapi syaratnya satu, serius. Mari kita serius mengurus bangsa ini," ujarnya.*
(km/ad)
JAKARTA Kementerian Keuangan mencatat realisasi belanja pemerintah pusat mencapai Rp826 triliun hingga 30 April 2026. Angka tersebut set
EKONOMI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan segera menahan dua tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi penentuan kuota
HUKUM DAN KRIMINAL
JAMBI Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Akhmad Munir, menekankan pentingnya internalisasi Kode Etik Jurnalistik bagi
NASIONAL
KONAWE SELATAN Oknum anggota TNI berinisial Sertu Majid Bone alias MB, yang diduga terlibat kasus pencabulan terhadap seorang bocah seko
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Harga emas Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) kembali melemah pada perdagangan Rabu (20/5/2026) yang bertepatan de
EKONOMI
JAKARTA Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu, 20 Mei 2026. Pelemahan terjadi di ten
EKONOMI
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Rabu, 20 Mei 2026, di tengah meningkatnya kehatihatian pelaku
EKONOMI
JAKARTA Mayoritas harga pangan di tingkat nasional kembali mengalami kenaikan pada Rabu, 20 Mei 2026. Kenaikan tercatat pada sejumlah komo
EKONOMI
JAKARTA Sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang terdiri dari jurnalis dan aktivis dilaporkan ditangkap tentara Israel saat mengikuti mi
PERISTIWA
JAKARTA Anggapan bahwa penyedap rasa monosodium glutamat (MSG) atau yang dikenal sebagai micin dapat menyebabkan kebodohan masih banyak di
KESEHATAN