BREAKING NEWS
Rabu, 20 Mei 2026

Rupiah Menguat Usai Pidato Prabowo di DPR, Ditutup di Rp17.653 per Dolar AS

Nurul - Rabu, 20 Mei 2026 18:26 WIB
Rupiah Menguat Usai Pidato Prabowo di DPR, Ditutup di Rp17.653 per Dolar AS
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidatonya pada Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, pada Rabu, 20 Mei 2026. (Foto: BPMI Setpres/Kris)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan Rabu (20/5/2026), usai Presiden Prabowo Subianto memaparkan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 dalam rapat paripurna DPR RI.

Rupiah tercatat menguat 52 poin atau sekitar 0,29 persen ke level Rp17.653 per dolar AS. Penguatan mata uang Garuda terjadi di tengah respons positif pasar terhadap arah kebijakan ekonomi pemerintah untuk tahun 2027.

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan sentimen domestik menjadi salah satu faktor utama penguatan rupiah. Menurutnya, pidato Presiden Prabowo di DPR memberikan optimisme terhadap prospek ekonomi nasional ke depan.

Baca Juga:

Dalam pemaparannya, Prabowo menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran 5,8 hingga 6,5 persen pada 2027. Pemerintah juga menargetkan inflasi tetap terkendali di level 1,5 hingga 3,5 persen.

Selain itu, pemerintah memproyeksikan nilai tukar rupiah berada di rentang Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS, dengan suku bunga obligasi negara tenor 10 tahun di kisaran 6,5 hingga 7,3 persen.

"Pasar merespons positif arah kebijakan ekonomi pemerintah yang disampaikan Presiden Prabowo dalam rapat DPR," ujar Ibrahim dalam riset pasar, Rabu.

Tak hanya faktor domestik, sentimen global juga ikut mempengaruhi pergerakan rupiah. Investor masih mencermati perkembangan konflik Timur Tengah, khususnya tensi antara Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan energi dunia.

Di sisi lain, Bank Indonesia juga memutuskan menaikkan suku bunga acuan BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen. Kebijakan tersebut diambil guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengantisipasi dampak ketidakpastian global.

BI menilai langkah tersebut penting untuk menjaga inflasi 2026-2027 tetap berada dalam sasaran pemerintah sebesar 2,5 plus minus 1 persen.

Meski rupiah ditutup menguat, Ibrahim memprediksi pergerakan mata uang domestik masih akan fluktuatif pada perdagangan berikutnya, dengan potensi berada di kisaran Rp17.650 hingga Rp17.700 per dolar AS.*

(in/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
IHSG Ditutup Melemah 0,82 Persen, Saham Basic Materials Jadi Penekan Utama
Surya Paloh soal Rupiah Anjlok: Selain Optimisme, Apa Lagi yang Kita Punya?
Pimpinan DPR Yakin Rupiah Menguat Usai Paparan Ekonomi Prabowo di DPR
Pasar Panik? Rupiah Tembus Rp17.742! Dolar AS Makin Perkasa
Mentan Amran: Pelemahan Rupiah Beri Dampak ke Desa, Efek Positif Lebih Besar
Purbaya Siapkan Rp2 Triliun per Hari demi Jaga Rupiah
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru