Hotman Paris: Febrie Adriansyah Jalani 18 Pertanyaan, Pemeriksaan Masih Fokus Kasus Asabri
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Hotman Paris Hutapea, mengungkapkan klienn
NASIONAL
JAKARTA – Nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (2/6/2026), di tengah menguatnya indeks dolar yang didorong ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta data ekonomi AS yang lebih solid dari perkiraan.
Berdasarkan data Doo Financial Futures, rupiah dibuka melemah 0,43 persen ke level Rp17.882 per dolar AS.
Pelemahan ini juga sejalan dengan tren depresiasi mayoritas mata uang Asia terhadap greenback.Baca Juga:
Sejumlah mata uang regional tercatat ikut melemah, di antaranya yen Jepang yang turun 0,03 persen, dolar Singapura melemah 0,01 persen, won Korea Selatan turun 0,22 persen, serta dolar Hong Kong yang terkoreksi 0,01 persen.
Dolar Taiwan dan peso Filipina masing-masing melemah 0,07 persen dan 0,02 persen. Sementara baht Thailand terdepresiasi 0,10 persen.
Di sisi lain, yuan China dan rupee India masing-masing menguat tipis 0,03 persen dan 0,01 persen, sedangkan ringgit Malaysia tercatat stagnan.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan tekanan utama terhadap rupiah berasal dari meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Iran menghentikan komunikasi dan perundingan tidak langsung dengan Amerika Serikat.
Selain itu, Iran juga mengancam menutup Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi rute sekitar seperlima perdagangan minyak dunia.
Ketegangan tersebut turut mendorong lonjakan harga minyak global, yang pada gilirannya meningkatkan kekhawatiran inflasi dunia.
Kondisi ini memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga AS akan bertahan lebih lama di level tinggi, sehingga mendukung penguatan dolar AS.
"Situasi ini membuat permintaan terhadap aset safe haven meningkat, termasuk dolar AS," ujar Lukman, Selasa (2/6/2026).
Selain faktor geopolitik, penguatan dolar juga ditopang oleh data sektor manufaktur Amerika Serikat yang lebih kuat dari ekspektasi pasar.
Kombinasi data ekonomi yang solid dan meningkatnya permintaan aset aman membuat indeks dolar bergerak menguat di pasar global.
Pelaku pasar saat ini juga masih mencermati perkembangan negosiasi antara Iran dan AS.
Ketidakpastian geopolitik yang tinggi diperkirakan menjaga volatilitas pasar keuangan dalam jangka pendek.
Secara teknikal, rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp17.800 hingga Rp17.900 per dolar AS pada perdagangan berikutnya, seiring masih kuatnya tekanan eksternal.*
(bi/ad)
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Hotman Paris Hutapea, mengungkapkan klienn
NASIONAL
JAKARTA Kuasa hukum pengusaha Don Ritto menyatakan uang tunai dan emas seberat 74 kilogram yang disita penyidik dari rumah mantan Jaksa
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah siap melakukan efisiensi anggaran, termasuk membuka peluang memangkas anggaran s
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tidak ingin dikenal sebagai bangsa yang hanya berpangku tangan. Menurutnya, Indon
NASIONAL
DELI SERDANG Kepolisian masih terus menyelidiki penyebab kecelakaan beruntun yang melibatkan sebuah truk pengangkut air mineral dengan d
PERISTIWA
JAKARTA Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari mengungkap adanya kebijakan pada masa kepemimpinan sebelumnya yang meng
NASIONAL
MALANG Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keyakinannya bahwa Indonesia memiliki peluang besar menjadi salah satu kekuatan ekonomi te
NASIONAL
NAGAN RAYA Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera terus mengawal percepatan pembanguna
NASIONAL
ACEH TIMUR Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Timur terus mematangkan persiapan pembangunan
NASIONAL
MEDAN Fraksifraksi DPRD Provinsi Sumaterafraksi DPRD Provinsi Sumatera Utara memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov)
PEMERINTAHAN