BREAKING NEWS
Selasa, 02 Juni 2026

Influencer Sebut Rupiah Melemah Untungkan RI, Ferry Latuhihin: Ini Belajarnya Gimana?

Nurul - Selasa, 02 Juni 2026 11:15 WIB
Influencer Sebut Rupiah Melemah Untungkan RI, Ferry Latuhihin: Ini Belajarnya Gimana?
Ekonom senior Ferry Latuhihin. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Sejumlah ekonom mengkritik narasi di media sosial yang menyebut pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) justru menguntungkan perekonomian Indonesia.

Mereka menilai pandangan tersebut terlalu menyederhanakan kondisi ekonomi dan berpotensi menyesatkan publik.

Ekonom senior Ferry Latuhihin menyatakan kebingungannya terhadap klaim sebagian pemengaruh (influencer) yang membandingkan pelemahan rupiah dengan strategi Tiongkok dalam mengelola nilai tukar mata uangnya.

Baca Juga:

Menurut Ferry, kebijakan Tiongkok tidak dapat disamakan dengan kondisi Indonesia karena struktur ekonominya berbeda.

Ia mencontohkan Tiongkok yang memang menjaga nilai tukar renminbi terhadap dolar AS agar tetap kompetitif dalam mendukung ekonomi berbasis ekspor.

"Contohnya China, mereka menjaga supaya currency-nya tidak terlalu menguat terhadap dolar AS karena memang export-led economy," kata Ferry dalam siniar di kanal YouTube pribadinya, Senin, 1 Juni 2026.

Ferry menegaskan, kondisi Indonesia berbeda karena masih bergantung pada impor berbagai kebutuhan dasar, mulai dari bahan pangan hingga bahan baku industri.

"Kalau Indonesia, tahu dan tempe saja kedelainya impor. Belum lagi gula dan beras," ujarnya.

Ia menilai narasi yang menyebut pelemahan rupiah sebagai hal positif tidak mencerminkan realitas ekonomi Indonesia. Bahkan, ia menyebut pandangan tersebut berpotensi menyesatkan publik.

"Nah, makanya saya bingung juga ini belajarnya gimana," kata Ferry.

Ferry juga menyinggung peran Bank Indonesia yang menurutnya tetap harus melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar, yang menurutnya justru menunjukkan pelemahan rupiah bukan kondisi ideal.

Ia turut mengkritik pihak-pihak yang menyebut fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah tekanan nilai tukar, sembari memperkirakan rupiah masih berpotensi melemah hingga Rp25.000 per dolar AS pada semester kedua tahun ini.

Sementara itu, ekonom Rhenald Kasali juga menyampaikan pandangan serupa.

Ia menilai anggapan bahwa pelemahan rupiah merupakan strategi ekonomi tidak dapat disamakan dengan negara-negara industri maju.

"Banyak orang mulai mengatakan pelemahan rupiah adalah 'strategi'. Padahal ekonomi tidak bekerja sesederhana itu," ujar Rhenald melalui akun Instagram pribadinya, 21 Mei 2026.

Menurut dia, negara yang berhasil memanfaatkan pelemahan mata uang sebagai strategi ekspor memiliki fondasi ekonomi yang kuat, termasuk cadangan devisa besar, industri yang matang, serta ketergantungan impor yang rendah.

Rhenald menilai kondisi Indonesia masih belum memenuhi prasyarat tersebut, sehingga pelemahan rupiah justru berdampak langsung pada kenaikan biaya hidup dan biaya produksi.

Ia juga menyebut Bank Indonesia telah melakukan intervensi besar untuk menjaga stabilitas rupiah. Sejak Desember 2025, intervensi disebut mencapai sekitar 10 miliar dolar AS atau setara Rp170 triliun.

"Ekonomi harus dilihat sebagai satu kesatuan, bukan dipotong-potong demi narasi yang terdengar menenangkan," kata Rhenald.

Berdasarkan data Bank Indonesia per 2 Juni 2026, nilai tukar rupiah tercatat di level Rp17.972 per dolar AS untuk kurs jual dan Rp17.793 per dolar AS untuk kurs beli.*


(tb/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
SPPG Dipelesetkan Jadi “Satuan Penjilat Prabowo-Gibran”, Hasan Nasbi: Ini Kan Sok Paten, Nalarnya Didiskon Juga Ini
KPK Perluas Penyidikan Dugaan Suap Bea Cukai, Lebih dari 20 Perusahaan Forwarder Diperiksa
Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp17.882, Ini Penyebabnya
Emas Antam Melemah ke Rp 2,77 Juta per Gram, Ini Penyebabnya
Rupiah Menguat ke Rp17.805 per Dolar AS, Efek Kebijakan DHE SDA Mulai Terlihat
Harga TBS Sawit Anjlok ke Rp2.500 per Kg, Pemprov Sumut Sebut Dampak Transisi Ekspor Satu Pintu
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru