BREAKING NEWS
Selasa, 02 Juni 2026

SPPG Dipelesetkan Jadi “Satuan Penjilat Prabowo-Gibran”, Hasan Nasbi: Ini Kan Sok Paten, Nalarnya Didiskon Juga Ini

Johan - Selasa, 02 Juni 2026 10:56 WIB
SPPG Dipelesetkan Jadi “Satuan Penjilat Prabowo-Gibran”, Hasan Nasbi: Ini Kan Sok Paten, Nalarnya Didiskon Juga Ini
Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi. (foto: Hasan Nasbi/yt)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi, mengkritik keras pihak-pihak yang memelesetkan Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) menjadi "Satuan Penjilat Prabowo-Gibran".

Ia menilai sebutan tersebut tidak berbasis fakta dan mencerminkan rendahnya nalar publik di ruang digital.

Hasan mengatakan, media sosial saat ini kerap dipenuhi sikap sinis yang berkembang lebih cepat dibanding verifikasi informasi.

Baca Juga:

Akibatnya, menurut dia, publik mudah terjebak pada narasi yang tidak akurat.

"Ada orang yang bilang SPPG itu adalah satuan penjilat Prabowo-Gibran. Nah, ini kan sok paten juga, nalarnya di-diskon juga ini," kata Hasan dalam unggahan video di akun Instagramnya, Senin (1/6/2026).

Ia menegaskan SPPG merupakan bagian dari ekosistem program pemenuhan gizi nasional yang menyasar sekitar 62 juta penerima manfaat, mulai dari anak sekolah, balita, ibu hamil, hingga ibu menyusui di berbagai daerah.

Selain aspek sosial, Hasan menyebut program tersebut juga berdampak pada sektor ekonomi karena menyerap sekitar 1,5 juta tenaga kerja yang terlibat dalam operasional dapur pelayanan gizi.

Karena itu, ia menilai tuduhan yang menyebut SPPG sebagai alat politik bukan hanya keliru, tetapi juga merendahkan jutaan pekerja serta penerima manfaat program tersebut.

"Kalau dia bilang SPPG itu satuan penjilat Prabowo-Gibran, berarti dia sedang mengata-ngatai 1,5 juta warga Indonesia yang bekerja di dapur SPPG," ujarnya.

Hasan mengingatkan agar masyarakat lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi di ruang publik.

Ia menilai, tanpa verifikasi, opini bisa dengan mudah bergeser menjadi disinformasi.

Ia mengibaratkan informasi seperti makanan yang harus diproses dengan benar sebelum diterima.

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Prabowo Gandeng Megawati di Hari Pancasila, PDI-P Jadi Sorotan Publik
Habiburokhman Respons Kritik Eks Wamenlu soal Prabowo Sering ke Luar Negeri: Ada Tendensi Serangan Politik
Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp17.882, Ini Penyebabnya
BGN Bakal Terapkan MBG untuk Siswa Indonesia di Jeddah, Dadan Hindayana: Jika Disetujui Presiden
Emas Antam Melemah ke Rp 2,77 Juta per Gram, Ini Penyebabnya
Teddy Klarifikasi Tudingan Dino Patti Djalal, Pertemuan Prabowo dengan Pemimpin Dunia Berdasarkan Prioritas Diplomasi
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru