BREAKING NEWS
Selasa, 02 Juni 2026

Habiburokhman Respons Kritik Eks Wamenlu soal Prabowo Sering ke Luar Negeri: Ada Tendensi Serangan Politik

Johan - Selasa, 02 Juni 2026 10:21 WIB
Habiburokhman Respons Kritik Eks Wamenlu soal Prabowo Sering ke Luar Negeri: Ada Tendensi Serangan Politik
Presiden Prabowo Subianto saat tiba di Bandar Udara Internasional Sharm El-Sheikh, Republik Arab Mesir, 13 Oktober 2025. Untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perdamaian Sharm El-Sheikh. (foto: BPMI Setpres)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Ketua Komisi III DPR, Habiburokhman, menanggapi kritik mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal terkait intensitas perjalanan luar negeri Presiden Prabowo Subianto.

Ia menilai kritik tersebut tidak berbasis data yang akurat dan tidak konstruktif.


Habiburokhman menegaskan bahwa di era keterbukaan, setiap kritik tetap dihormati.

Baca Juga:

Namun, ia menyebut kritik yang disampaikan Dino justru berpotensi bersifat politis dan tidak mencerminkan informasi yang utuh.

"Di era demokrasi dan keterbukaan, tentu kita senantiasa membuka diri terhadap kritik, termasuk dari mantan pejabat tinggi seperti Dino Patti Djalal," kata Habiburokhman kepada wartawan, Selasa (2/6/2026).

"Namun demikian, sebagai sesama anak bangsa, saya harus mengkritik balik Dino. Kritik beliau tidak produktif karena tidak berbasis info yang akurat, bahkan ada tendensi sebagai serangan politik," ujarnya.

Menurut Habiburokhman, usulan Dino agar Presiden Prabowo lebih banyak mengundang pemimpin negara lain ke Indonesia ketimbang melakukan kunjungan luar negeri tidak sepenuhnya tepat.

Ia menilai, kondisi global saat ini justru menuntut kepala negara untuk aktif melakukan diplomasi langsung.

Ia juga mencontohkan praktik diplomasi sejumlah pemimpin dunia yang tetap melakukan kunjungan ke negara lain untuk memperjuangkan kepentingan nasional masing-masing.

"Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, kepala negara perlu sangat proaktif, baik menerima kunjungan maupun mengunjungi pemimpin negara lain," katanya.

Habiburokhman turut menilai kritik dari mantan pejabat terhadap penerusnya dapat berdampak negatif apabila tidak disampaikan secara proporsional.

Menurut dia, hal itu berpotensi menjadi bahan perbandingan publik yang merugikan salah satu pihak.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
BGN Bakal Terapkan MBG untuk Siswa Indonesia di Jeddah, Dadan Hindayana: Jika Disetujui Presiden
Teddy Klarifikasi Tudingan Dino Patti Djalal, Pertemuan Prabowo dengan Pemimpin Dunia Berdasarkan Prioritas Diplomasi
Lion Group Siap Buka Rute Baru ke Sumatera dan Kalimantan Usai Reaktivasi Bandara Husein-Adisutjipto
Teddy Bantah Prabowo Gagah-gagahan ke Luar Negeri, Diplomasi Berbuah Investasi Rp 2.430 Triliun dan Indonesia Masuk BRICS
Teddy Ungkap Alasan Prabowo Sering ke Luar Negeri: Dunia Sedang Krisis, Diplomasi Harus Diperkuat
Teddy: Prabowo Gunakan Dana Pribadi Jika Biaya Kunjungan Luar Negeri Melebihi Anggaran Negara
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru