Sebut Alasannya Mengada-ada, Sudaryono Resmi Batalkan Proyek Janggal LED Rp 535 Miliar di BGN
JAKARTA Pengadaan LED senilai Rp535 miliar di Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi sorotan setelah informasinya ramai beredar di media sosi
NASIONAL
TAPANULI TENGAH – Banjir bandang kembali menerjang Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, Sabtu (18/7/2026) sore. Hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut selama dua hari berturut-turut menyebabkan Kelurahan Hutanabolon dan Sipange kembali terendam banjir.
Warga menyebut banjir kali ini memiliki kondisi yang hampir sama dengan bencana besar yang terjadi sebelumnya. Arus air meluap dengan deras sambil membawa material kayu dan lumpur, sehingga memicu kepanikan masyarakat yang masih berada di dalam rumah.
Salah seorang warga, Eka Suryani Pasaribu, bahkan sempat menyiarkan kondisi banjir secara langsung melalui media sosial Facebook. Dalam video tersebut terlihat air terus meninggi hingga memasuki rumah warga.Baca Juga:
"Sudah masuk air. Selamatkan nyawa kami ya Allah," ucap Eka sambil meminta pertolongan.
Dalam siaran langsung itu, Eka juga menyampaikan dugaan bahwa banjir kembali terjadi akibat tanggul yang jebol. Ia berharap pemerintah segera melakukan evaluasi terhadap kualitas pembangunan tanggul yang dinilai belum mampu menahan luapan air saat hujan deras.
"Buat pemerintah, tolong kami. Asal hujan tanggul jebol. Berarti tanggulnya kurang bagus," katanya.
Kondisi serupa juga dikeluhkan warga lainnya. Meski sebelumnya telah dilakukan pembangunan tanggul pascabencana, kawasan Hutanabolon disebut masih menjadi langganan banjir setiap kali curah hujan meningkat.
Dalam video yang beredar, keluarga korban terlihat bertahan di dalam rumah karena derasnya arus membuat mereka tidak dapat menyelamatkan diri keluar.
"Awas itu kayu. Redalah hujan ini ya Allah. Tolong kami sudah terjebak. Mau keluar juga tidak bisa. Sudah besar kali airnya," ujar Eka.
Banjir bandang ini kembali menambah daftar bencana yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah. Kelurahan Hutanabolon menjadi salah satu wilayah yang berulang kali terdampak banjir setiap musim hujan.
Masyarakat berharap pemerintah segera melakukan penanganan secara menyeluruh, termasuk mengevaluasi kondisi tanggul, sistem drainase, serta langkah mitigasi bencana agar banjir serupa tidak terus berulang dan mengancam keselamatan warga.
Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban maupun besaran kerugian akibat banjir bandang tersebut. Aparat bersama pemerintah daerah masih terus melakukan pemantauan di lokasi terdampak.* (tm/dh)
JAKARTA Pengadaan LED senilai Rp535 miliar di Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi sorotan setelah informasinya ramai beredar di media sosi
NASIONAL
JAKARTA Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menggelar sidang perdana permohonan praperadilan terkait sah atau tidaknya penyitaan yang d
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memperdalam penyidikan terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi di lingkungan Pemerintah
NASIONAL
JAKARTA Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) naik Rp31.000 pada perdagangan Jumat (4/9/2026). Harga emas Antam ukuran 1 gram kini
EKONOMI
JAKARTA PT Pertamina Patra Niaga membatalkan rencana penerapan mekanisme pembelian BBM subsidi dengan menunjukkan surat tanda nomor kendar
EKONOMI
VLADIVOSTOK Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkap arahan Presiden Prabowo Subianto terkait kerja sama
EKONOMI
JAKARTA Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (4/9/2026). Dolar AS pagi ini berada di leve
EKONOMI
BATU BARA Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., C.L.A., menghadiri Penutupan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Berdampa
PEMERINTAHAN
TAPTENG Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke wilayah Tapanuli, Sumatera Utara, Jumat (4/9/2026). Da
PEMERINTAHAN
JAKARTA Kementerian Sosial (Kemensos) tengah mendalami data lebih dari 1,4 juta penerima bantuan sosial (bansos) yang terindikasi terlibat
NASIONAL