BREAKING NEWS
Jumat, 04 September 2026

Arahan Tegas Prabowo di Vladivostok: Kerja Sama Energi RI-Rusia Harus Berbuah Investasi dan Manfaat Nyata

Nurul - Jumat, 04 September 2026 10:46 WIB
Arahan Tegas Prabowo di Vladivostok: Kerja Sama Energi RI-Rusia Harus Berbuah Investasi dan Manfaat Nyata
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (10/3/2026). (Foto: Liputan6/Arief)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

VLADIVOSTOK - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkap arahan Presiden Prabowo Subianto terkait kerja sama energi antara Indonesia dan Rusia. Prabowo meminta setiap kesepakatan yang dijajaki selama kunjungan ke Vladivostok ditindaklanjuti secara konkret dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Bahlil mengatakan kerja sama energi dengan Rusia diarahkan untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Hal itu mencakup peningkatan produktivitas minyak dan gas bumi (migas), pembangunan infrastruktur energi, hingga pengembangan teknologi energi masa depan.

"Arahan Bapak Presiden sangat jelas. Kerja sama energi dengan Rusia harus memperkuat ketahanan energi nasional, baik melalui peningkatan produktivitas migas, pembangunan infrastruktur energi, maupun pengembangan teknologi energi masa depan," ujar Bahlil dalam keterangannya, Jumat (4/9/2026).

Baca Juga:

Arahan tersebut disampaikan dalam rangkaian kunjungan Prabowo ke Rusia dan kehadirannya pada Eastern Economic Forum (EEF) di Vladivostok.

Menurut Bahlil, Prabowo menekankan pentingnya menjadikan ketahanan energi dan hilirisasi sumber daya alam sebagai bagian dari pembangunan yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Prabowo juga mendorong hubungan Indonesia dan Rusia tidak berhenti pada perdagangan barang. Rusia memiliki kekuatan di sektor energi, ilmu pengetahuan, serta rekayasa teknologi, sedangkan Indonesia memiliki pasar domestik yang besar dan posisi strategis sebagai pintu masuk ke kawasan ASEAN.

Kekuatan tersebut dinilai membuka peluang kerja sama di berbagai sektor energi, termasuk minyak dan gas bumi. Indonesia menyambut peluang kerja sama dengan Rusia untuk meningkatkan produktivitas eksplorasi, produksi, hingga pengolahan migas.

Selain migas, pemerintah juga membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan energi masa depan. Kerja sama tersebut dapat mencakup energi terbarukan, modernisasi jaringan ketenagalistrikan, serta pemanfaatan teknologi nuklir untuk tujuan damai.

Bahlil menegaskan seluruh peluang kerja sama tersebut harus memiliki tindak lanjut yang jelas dan terukur. Menurutnya, kesepakatan tidak cukup hanya dituangkan dalam bentuk komitmen, tetapi harus menghasilkan investasi dan transfer teknologi.

"Kerja sama ini tidak boleh berhenti pada komitmen. Tindak lanjutnya harus konkret, terukur, menghadirkan investasi dan transfer teknologi, serta memberikan nilai tambah bagi industri nasional dan manfaat bagi masyarakat," tegas Bahlil.

Kementerian ESDM selanjutnya akan mengawal berbagai peluang kerja sama Indonesia-Rusia tersebut agar dapat diterjemahkan menjadi program dan investasi nyata.

Langkah itu diarahkan untuk memperkuat pasokan energi, meningkatkan produksi energi dalam negeri, memperluas penguasaan teknologi, serta mendorong kemandirian energi nasional.* (d/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Ekspansi Global ke Rusia, Pupuk Indonesia Jajaki Pembangunan Pabrik Urea Strategis di Vladivostok
Pulang Usai Kunjungi Rusia dan Temui Putin, Presiden Prabowo Disambut Panglima TNI-Kapolri di Halim
Di Forum Ekonomi Rusia, Prabowo Ungkap Alasan MBG Jadi Program Prioritas: Pembangunan Harus Diukur dari Meja Makan Rakyat
Prabowo Usul Buka Jalur Penerbangan dan Pelayaran Langsung Indonesia-Rusia
Prabowo kepada Perusahaan Rusia: Datanglah ke Indonesia, Bekerja Sama dengan Kami
Di Hadapan Putin, Prabowo Tegaskan Indonesia Non-Blok: Kami Ingin Bekerja Sama dengan Semua Negara
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru