Polisi Ungkap Perampokan Toko Emas di Tapaktuan dalam 24 Jam, Pelaku Oknum Anggota Polri
TAPAKTUAN Tim gabungan Polres Aceh Selatan bersama personel Subdirektorat Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda
HUKUM DAN KRIMINAL
TAPANULI TENGAH – Banjir bandang kembali menerjang Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, Sabtu (18/7/2026) sore. Hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut selama dua hari berturut-turut menyebabkan Kelurahan Hutanabolon dan Sipange kembali terendam banjir.
Warga menyebut banjir kali ini memiliki kondisi yang hampir sama dengan bencana besar yang terjadi sebelumnya. Arus air meluap dengan deras sambil membawa material kayu dan lumpur, sehingga memicu kepanikan masyarakat yang masih berada di dalam rumah.
Salah seorang warga, Eka Suryani Pasaribu, bahkan sempat menyiarkan kondisi banjir secara langsung melalui media sosial Facebook. Dalam video tersebut terlihat air terus meninggi hingga memasuki rumah warga.Baca Juga:
"Sudah masuk air. Selamatkan nyawa kami ya Allah," ucap Eka sambil meminta pertolongan.
Dalam siaran langsung itu, Eka juga menyampaikan dugaan bahwa banjir kembali terjadi akibat tanggul yang jebol. Ia berharap pemerintah segera melakukan evaluasi terhadap kualitas pembangunan tanggul yang dinilai belum mampu menahan luapan air saat hujan deras.
"Buat pemerintah, tolong kami. Asal hujan tanggul jebol. Berarti tanggulnya kurang bagus," katanya.
Kondisi serupa juga dikeluhkan warga lainnya. Meski sebelumnya telah dilakukan pembangunan tanggul pascabencana, kawasan Hutanabolon disebut masih menjadi langganan banjir setiap kali curah hujan meningkat.
Dalam video yang beredar, keluarga korban terlihat bertahan di dalam rumah karena derasnya arus membuat mereka tidak dapat menyelamatkan diri keluar.
"Awas itu kayu. Redalah hujan ini ya Allah. Tolong kami sudah terjebak. Mau keluar juga tidak bisa. Sudah besar kali airnya," ujar Eka.
Banjir bandang ini kembali menambah daftar bencana yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah. Kelurahan Hutanabolon menjadi salah satu wilayah yang berulang kali terdampak banjir setiap musim hujan.
Masyarakat berharap pemerintah segera melakukan penanganan secara menyeluruh, termasuk mengevaluasi kondisi tanggul, sistem drainase, serta langkah mitigasi bencana agar banjir serupa tidak terus berulang dan mengancam keselamatan warga.
Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban maupun besaran kerugian akibat banjir bandang tersebut. Aparat bersama pemerintah daerah masih terus melakukan pemantauan di lokasi terdampak.* (tm/dh)
TAPAKTUAN Tim gabungan Polres Aceh Selatan bersama personel Subdirektorat Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda
HUKUM DAN KRIMINAL
YOGYAKARTA Pemerintah Aceh meraih tiga penghargaan dalam ajang Forum Pemred Multimedia Award 2026 yang digelar di Hotel Alana, Yogyakart
PEMERINTAHAN
JAKARTA Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyayangkan pernyataan advokat Hotman Paris Hutapea kepada wartawan saat memberikan ke
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Rudianto Lallo, menegaskan penetapan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana
NASIONAL
JAKARTA Ketua Umum Asosiasi Kesatuan Tour Travel Haji Umrah Republik Indonesia (Kesthuri), Asrul Azis Taba, kembali mengajukan gugatan p
NASIONAL
MAKASSAR Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan proyek strategis nasional Blok Masela resmi memasuki t
EKONOMI
NEW YORK Final Piala Dunia 2026 akan mempertemukan dua kekuatan besar sepak bola dunia, Spanyol dan Argentina, pada Senin (20/7/2026) di
OLAHRAGA
TAPANULI TENGAH Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, memicu banjir setelah t
PERISTIWA
JAKARTA Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid, mengkritik pernyataan pengacara Hotman Paris Hutapea
NASIONAL
SIMALUNGUN Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, meluncurkan sejumlah program prioritas saat melakukan kunjungan kerja ke Keca
PEMERINTAHAN