BREAKING NEWS
Minggu, 19 Juli 2026

Usai 28 Tahun Tertunda, Blok Masela Akhirnya Masuk Tahap Konstruksi, Produksi Dibidik 2029

Nurul - Minggu, 19 Juli 2026 14:37 WIB
Usai 28 Tahun Tertunda, Blok Masela Akhirnya Masuk Tahap Konstruksi, Produksi Dibidik 2029
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (Foto: Bahlil Lahadalia / FB)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MAKASSAR– Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan proyek strategis nasional Blok Masela resmi memasuki tahap konstruksi setelah proses groundbreaking dilakukan. Pemerintah menargetkan proyek gas raksasa yang berada di Kepulauan Tanimbar, Maluku, itu mulai berproduksi pada 2029 hingga 2030.

Bahlil mengatakan, Blok Masela telah melewati perjalanan panjang selama hampir tiga dekade sejak pertama kali ditemukan pada 1998. Menurutnya, proyek tersebut sempat mengalami berbagai kendala hingga melewati enam periode pemerintahan sebelum akhirnya memasuki tahap pembangunan di era Presiden Prabowo Subianto.

"Blok Masela ini sudah 28 tahun, dari tahun 1998 sudah ada dan melewati enam Presiden. Berakhir di Presiden ke-8, Presiden Prabowo," kata Bahlil usai menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar di Makassar, Sabtu (18/7/2026).

Baca Juga:

Ia menjelaskan, proyek tersebut sebenarnya pernah direncanakan untuk dieksekusi pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan kembali dibahas pada era Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun, pelaksanaannya terus tertunda akibat perdebatan panjang mengenai konsep pengembangan lapangan gas, yakni antara skema offshore (lepas pantai) dan onshore (darat).

Menurut Bahlil, perdebatan tersebut menyebabkan proyek bernilai investasi jumbo itu tidak kunjung berjalan, padahal manfaat ekonomi yang dihasilkan dinilai sangat besar bagi negara.

Nilai investasi Blok Masela mencapai sekitar 21 miliar dolar Amerika Serikat atau setara lebih dari Rp340 triliun. Lapangan gas tersebut diproyeksikan mampu memproduksi sekitar 1.200 MMSCFD gas dan 35.000 barel minyak per hari ketika beroperasi penuh.

"Kalau ini terus menjadi perdebatan, kapan selesainya? Padahal ketika proyek berjalan, negara akan memperoleh pendapatan yang sangat besar," ujarnya.

Bahlil menambahkan, Presiden Prabowo memberikan arahan agar seluruh hambatan administrasi maupun teknis segera diselesaikan sehingga proyek dapat segera memasuki tahap pembangunan.

Ia mengaku proses penyelesaian berbagai kendala tersebut berhasil dituntaskan dalam waktu sekitar satu tahun hingga akhirnya groundbreaking dapat dilaksanakan.

"Dengan arahan Bapak Presiden Prabowo, saya diminta segera mengeksekusi. Alhamdulillah, seluruh clearance sudah selesai dan groundbreaking sudah dilakukan," katanya.

Dengan dimulainya pembangunan, pemerintah optimistis target produksi pertama dapat tercapai pada rentang 2029 hingga 2030. Bahlil menilai, beroperasinya Blok Masela akan menjadi salah satu tonggak penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus meningkatkan penerimaan negara dari sektor migas.

"Insya Allah 2029 sampai 2030 sudah mulai produksi. Ini proyek yang investasinya sangat besar," tutupnya.* (k/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Ketum PPP Respons Safari Politik Jokowi Bersama PSI: Hak Demokrasi, Pemilu 2029 Ajang Kompetisi
Pemerintah Matangkan Kajian PLTN, Energi Nuklir Disiapkan Jadi Pilar Ketahanan Listrik Nasional
Roy Suryo Minta Status Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Dicabut, Ini Alasannya
Prabowo Puji Bos Inpex Berbahasa Indonesia: Tak Semua CEO Asing Peduli dengan Bahasa RI
Praperadilan Roy Suryo Masuk Babak Akhir, Putusan Segera Dibacakan
Sidang Ijazah Jokowi Masuk Babak Akhir, Bonjowi Hadirkan Eks Hakim MK
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru